Puasa dalam kitab Safinatun Naja

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

Kembali ke Main Page << Kitab

Fasal Puasa Ramadhan

Wajib puasa ramadhan dengan ketentuan-ketentuan berikut ini (10) :
- Dengan mencukupkan bulan sya’ban 30 hari
- Dengan melihat bulan, bagi yang melihatnya sendiri
- Dengan melihat bulan yang disaksikan oleh orang yang adil di hadapan hakim
- Dengan khabar dari orang yang adil riwayatnya juga dipercaya kebenarannya, baik yang mendengarkan kabar tersebut membenarkan atau tidak, atau tidak dipercaya akan tetapi orang yang mendengar membenarkannya.
- Dengan berijtihad masuknya bulan ramadhan bagi orang yang meragukan dengan hal tersebut.

Fasal Syaat Sah Puasa

Syarat sah puasa ada 4 :
1. Islam
2. Berakal
3. Suci, sempurna dari darah haid
4. Dalam waktu yang memang diperbolehkan untuk berpuasa

Fasal Syarat Wajib Puasa

Syarat wajib puasa :
1. Islam
2. Taklif (dibebankan untk berpuasa)
3. Kuat berpuasa
4. Sehat
5. Iqamah (tidak berpergian)

Fasal Rukun Puasa

Rukun puasa ada 3 :
- Niat pada malamnya yaitu setiap malam pada bulan ramadhan
- Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa ketika masih dalam keadaan ingat, bisa memilih (tidak ada paksaan) dan tidak bodoh yang ma’dzur
- Orang yang berpuasa

Diwajibkan ; mengqadha’ puasa, membayar kafarat dan teguran terhadap orang yang membatalkan puasa dibulan ramadhan satu hari penuh dengan sebab berjima’ , lagi berdosa bagi orang yang berpuasa,

Wajib berserta qadha’ ketika bagi orang uang puasa pada 6 perkara :
1. Didalam bulan ramadhan dan yang lainnya, terhadap orang yang sengaja membatalkannya
2. Terhadap orang yang meninggalkan niat pada malam hariuntuk puasa fardhu
3. Terhadap orang yang bersahur karena menyangka masih malam, kemudian diketahui bahwa fajar telah terbit
4. Terhadap orang yang berbukan karena menduga mataharitelah tenggelam kemudian diketahui bahwa matahari belum tenggelam
5. Terhadap orang yang menyakini bahwa hari tersebut akhri sya’ban tangga tiga puluh , kemudian diketahui bahwa awal ramadhan telah tiba
6. Terhadap orang yang terlanjut meminum air dari kumurkumur atau dari air yang dimasukkan ke hidung

Fasal Sebab-sebab Batalnya Puasa

Batalnya puasa :
1. Murtad
2. Haid
3. Nifas
4. Melahirkan
5. Gila walau hanya sebentar
6. Pingsan atau mabuk yang disengaja jika terjadi pada siang hari pada umumnya.

Fasal Hukum Membatalkan Puasa

Membatalkan puasa (berbuka) disiang ramadhan terbagi 4 :
1. Diwajibkan, terhadap wanita yang haid dan nifas
2. Dibolehkan, sebagaiman orang yang berlayar atau sakit
3. Tidak diwajibkan, tidak diharuskan sebagaimana orang yang gila
4. Diharamkan, sebagaimana orang yang menunda qadha’ ramadhan padahal mungkin untuk dikerjakan sampai waktu qadha’ tersebut tidak mencukupi.

Orang yang membatalkan puasanya dibagi menjadi 4 : 1. Orang yang diwajibkan qadha; dan membayar fidyah, seperti perempuan yang membatalkan puasanya karena mengkhawatirkan orang lain yaitu bayi, dan seperti orang yang menunda qadha’ puasanya sampai tiba ramadhan berikutnya.
2. Orang yang diwajibkan qadha’ tnap membayar fidyah, yaitu seperti orang yang pingsan
3. Orang yang diwajibkan membayar fidyah tanpa qadha’, seperti orang yang sangat tua yang tidak puasa
4. Orang yang tidak diwajibkan membayar fidyah dan tidak diwajibkan mengqadha’ seperti orang yang gila yang tidak disengaja

Fasal Yang tidak membatalkan Puasa

Yang tidak membatalkan puasa sesudah sampai kerongga mulut , ada 7 macam :
1. Ketika kemasukan sesuatu seperti makanan ke rongga mulut yang tidak disengaja
2. Atau tidak tahu hukumnya
3. Atau dipaksa orang lain
4. Ketika kemasukan sesuatu kerongga mulut , sebab air liur yang mengalir diantara gigi-giginya, sedangkan ia tidak mungkin mengeluarkannya
5. Ketika kemasukan debu jalanan kedalam rongga mulut
6. Ketika kemasukan sesuatu dari ayakan tepung ke dalam rongga mulut
7. Ketika kemasukan lalat yang sedang terbang kedalam rongga mulut