Propinsi Kalimantan Timur

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

Geografi

Wilayah Kalimantan Timur dengan luas mencapai 20.865.774 Ha atau satu setengah kali pulau Jawa dan Madura, sebagian besar merupakan daratan yakni 19.844.117 Ha. (95,1%), sedangkan lautan (4-12 Mil) hanya 1.021.657 Ha. (4,9%). Daerah ini mempunyai beberapa aliran sungai dan delta yang tersebar di hampir semua kabupaten dan kota dengan sungai terpanjang Sungai Mahakam.

Batas wilayah provinsi yang menjadi pintu gerbang utama pembangunan Indonesia di bagian timur ini adalah :

a. Utara berbatasan dengan Negara Bagian Sabah (Malaysia Timur).

b. Timur berbatasan dengan Selat Makasar, Laut Sulawesi dan Selat Sulawesi.

c. Selatanberbatasan dengan Kalimantan Selatan.

d. Barat berbatasan dengan Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Negara Bagian Serawak (Malaysia Timur).

Ibukota provinsi Kalimantan Timur adalah Samarinda yang terletak di tepi Sungai Mahakam. Samarinda dapat dicapai lewat darat dan udara, meskipun harus transit di Kota Balikpapan yang merupakan tempat beradanya Bandara Internasional Sepinggan.

Wilayah Kalimantan Timur didominasi topografi bergelombang, dari kemiringan landai sampai curam, dengan ketinggian berkisar antara 0-1500 meter dpl dengan kemiringan 60 %.

Provinsi Kalimantan Timur didominasi oleh batuan sedimen liat berlempung dan terdapat pula kandungan batuan endapan tersier dan batuan endapan kwartener. Formasi batuan endapan utama terdiri dari batuan pasir kwarsa dan batuan liat. Provinsi Kalimantan Timur termasuk iklim Tropika Humida dengan curah hujan berkisar antara 1500-4500 mm per tahun. Temperatur udara minimum rata-rata 21°C dan maksimum 34°C dengan perbedaan temperatur siang dan malam antara 5°-7°C.Temperatur minimum umumnya terjadi pada bulan Oktober sampai Januari, sedangkan temperatur maksimum terjadi antara bulan Juli sampai dengan Agustus. Kelembaban udara rata-rata mencapai 86 % dengan kecepatan angin rata-rata 5 knot perjam. Data curah hujan selama 5 tahun dari tahun 1994-1998 mencatat bahwa rata-rata curah hujan mencapai 2060,2 mm per tahun.


Demografi

Jumlah penduduk Kalimantan Timur di tahun 2003 tercatat 2.704.851 jiwa, hingga pada tahun 2010 jumlah penduduk mencapai 3.553.143 jiwa. Dengan demikian dalam kurun waktu tersebut jumlah penduduk Kalimantan Timur meningkat sebesar 848.292 jiwa, dengan pertumbuhan penduduk setiap tahunnya rata-rata 3,82 persen. Adapun komposisi penduduk menurut jenis kelamin pada tahun 2010 terdiri dari penduduk laki-laki 1.871.690 jiwa (52,68 persen) dan penduduk perempuan 1.681.453 jiwa (47,32 persen).


Sejarah

Kalimantan Timur mempunyai sejarah yang berbeda dengan propinsi lainnya di Negara Republik Indonesia. Kalimantan Timur merupakan pelopor peradaban di Indonesia dengan adanya kerajaan yang tertua pada abad ke - VI yaitu kerajaan kutai yang terletak di Kecamatan Muara Kaman dengan rajanya Mulawarman Nala Dewa. Turunan Raja Mulawarman dapat berlanjut sampai dengan Raja ke – 25 yang bernama Maharaja Derma Setia pada abad ke - XII dengan nama Kerajaan Kutai Ing Martapura.

Menjelang kepudaran kerajaan tersebut, berdiri beberapa kerajaan. Dimulai dengan kerajaan Kutai Kertanegara di Jaetan Layar (sekarang masuk Wilayah Kutai Lama). Lalu berdiri pula Kerajaan Gunung Tabur dan Kerajaan Sambaliung (Kabupaten Berau), Kerajaan Tanjung Palas (Kabupaten Bulungan) serta Kerajaan Sandurangas (Kabupaten Pasir).

Semua kerajaan tersebut memerintah di wilayahnya masing-masing tanpa ada peperangan antara mereka, hingga masuk belanda dan mulai menjajah Kalimantan Timur ini pada tahun 1844. Pemerintah kolonial Belanda membentuk Federasi Kalimantan Timur yang merupakan gabungan empat kerajaan di Kalimantan Timur.

Ketika Republik Indonesia berdiri pada tanggal 17 Agustus 1945, Federasi Kaltim ini secara hukum masuk wilayah RI dan rakyat Kaltim pun memang memilih bergabung dengan Republik Indonesia. Pada Masa perjuangan fisik (1945-1949), rakyat Kaltim juga turut berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan dengan puncaknya dengan peristiwa "Sanga-sanga" (Januari 1947) yang dikenal dengan peristiwa merah putih.

Setelah mengalami masa-masa perubahan sistem pemerintahan dari bentuk kerajaan menjadi Daerah Istimewa (1956) dan akhirnya dibawah naungan Propinsi Kalimantan Timur (Januari 1957) yang terdiri dari empat kabupaten (Kabupaten Kutai, Kabupaten Berau, Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Pasir) ditambah dua kotapraja (Kota Praja Samarinda dan Kota Praja Balikpapan). Setelah terjadi beberapa kali pemekaran, saat ini Provinsi Kalimantan Timur memiliki 10 Kabupaten (Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, Paser, Penajam Paser Utara, Berau, Bulungan, Malinau, Nunukan dan Tana Tidung) dan 4 Kota (Samarinda, Balikpapan, Bontang dan Tarakan).


Sosial dan Budaya

Penduduk asli Kalimantan Timur terdiri atas tiga suku besar: Dayak, Kutai, dan Banjar. Perkembangan dan kemajuan pembangunan serta berdirinya industri-industri raksasa seperti LNG Badak, PT Pupuk Kaltim Bontang, PT KEM, PT KPC dan berbagai pertambangan batu bara serta perusahaan perkayuan dan lain-lainnya memperluas lapangan usaha dan kesempatan kerja. Akibatnya masyrakat lebih beraneka ragam baik etnis maupun budaya. Kondisi demikian juga potensi untuk mengembangkan keanekaragaman budaya asli antara lain suku Bilungan, Tidung, Berusu, Abai, Kayan, Dayak, dan suku pendatang.

Dalam kehidupan beragama relatif cukup baik bahkan kondisi toleransi antar umat beragama di tindaklanjuti dengan pembentukan Forum Komunikasi Umat Beragama di tingkat Provinsi dan smbilan Kabupaten serta empat kota.

Salah satu upacara adat akbar yang menjadi agenda kepariwisataan Kalimantan Timur adalah Pesta Adat Erau ; Erau pertama kali dilaksanakan pada upacara tinjak tanah dan mandi ke tepian ketika Aji Batara Agung Dewa Sakti berusia 5 tahun. Setelah dewasa dan diangkat menjadi Raja Kutai Kartanegara yang pertama(1300-1325), juga diadakan upacara Erau. Sejak itulah Erau selalu diadakan setiap terjadi penggantian atau penobatan Raja-raja Kutai Kartanegara.

Dalam perkembangannya, Erau dilaksanakan dalam rangka penobatan gelar Raja dan pengangkatan Raja baru dengan menggelar pesta di hadapan seluruh rakyat.

Festival Erau yang kini sudah termasuk dalam Calendar of Events Pariwisata Nasional, tidak lagi hanya dikaitkan dengan seni Budaya Keraton Kutai Kartanegara, tetapi lebih menyajikan variasi ragam budaya dan seni yang ada dan berkembang di wilayah Kutai dan Kalimantan Timur.

Samarinda sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Timur juga memiliki kawasan Wisata Budaya Pampang ; merupakan kawasan wisata budaya yang menarik untuk menyaksikan kehidupan suku Dayak Kenyah, Daya tarik yang dapat disaksikan di tempat ini adalah Lamin atau rumah adat suku Dayak serta tarian dan upacara adat Dayak Kenyah, yang digelar setiap hari Minggu.


Potensi Daerah

Perkebunan

Dalam perkembangannya sampai dengan tahun 2009 luas area perkebunan mencapai 712.166,50 ha, yang terdiri dari perkebunan rakyat seluas 303.601 ha, Perkebunan Besar Negara seluas 16.637 ha, Perkebunan Besar Swasta seluas 391.928,50 ha. Komoditi yang cocok dikembangkan untuk sektor perkebunan antara lain : karet, kelapa hybrida, kelapa sawit, kopi, lada, cengkeh dan coklat disamping komoditi perkebunan lainnya (kenaf, abaca, nira, jarak dan tanaman farmasi).

Peternakan

Areal yang dicadangkan untuk sektor peternakan di Kalimantan Timur adalah seluas 732.586,07 ha tersebar di wilayah Kabupaten/kota. Pada sektor peternakan ini masih memiliki prospek untuk dikembangkan, karena sampai saat ini untuk pemenuhan daging ternak maupun unggas bagi masyarakat Kalimantan Timur masih didatangkan dari luar daerah seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Jawa Timur dan Bali. Usaha yang cocok untuk dikembangkan adalah sapi perah, pembibitan dan penggemukan sapi, babi, domba/kambing, pembibitan ayam (petelur & pedaging) dan industri pakan ternak.

Perikanan dan Kelautan

Kalimantan Timur tidak hanya memiliki lahan darat yang luas dan potensial tapi juga mempunyai potensi perikanan dan kelautan yang sangat prospektif terdiri dari :

• Wilayah ZEEI (Zone Ekonomi Ekslusif Indonesia) sepanjang Laut Sulawesi seluas � 2.750.813 Ha.

• Wilayah penangkapan di pantai seluas � 12,00 juta ha.

• Hutan mangrove yang dapat dikonversi untuk budidaya air payau seluas � 91.380 ha.

• Perairan umum seluas � 2,77 juta ha.


Secara umum potensi Perikanan Kalimantan Timur terdiri dari :

• Potensi Perikanan Demersal terdapat jenis Kakap, Kerapu, Bawal, Sebelah, Lidah, Beronang, Cucut/Hiu, Pari, Kuro, Kakap Merah/Bambangan, Udang Barong, Udang Windu, Udang Dogol

• Potensi Perikanan Pelagis terdapat jenis :

• Kembung, Layang, Selar, tenggiri, Alwalu, Kuwe, Tembang, Cumi Cumi, Sotong

• Potensi Perikanan lainnya terdapat jenis Teripang, Ubur ubur, ajungan. Propinsi Kalimantan Timur terdiri dari 13 Kabupaten / Kota dan sejumlah 10 diantaranya memiliki wilayah perairan laut dengan letak geografis (darat sarnpai ke laut)

Pertambangan

Potensi sektor pertambangan di provinsi Kalimantan Timur didominasi oleh pertambangan batu bara (Cadangan 90 tahun), Gas Bumi (cadangan 20 tahun), Minyak bumi (cadangan 10 tahun).

Kehutanan

Di Kalimantan Timur terdapat potensi hutan seluas kurang lebih 20,04 juta ha, terbagi atas 2 (dua) jenis hutan yaitu pertama adalah kawasan hutan lindung (hutan lindung, konservasi, pantai/sungai/danau/waduk, suaka alam, cagar alam, cagar budaya, taman nasional, obyek wisata lingkungan, dan kawasan lindung lainnya) seluas 14,65 juta ha. Jenis ke dua lainnya adalah kawasan budidaya kehutanan (kehutanan dan non kehutanan terdiri dari kawasan exploitasi pertambangan, pertanian, perkebunan, perikanan, permukiman, industri, pariwisata dan infrastruktur) seluas 4,7 juta ha.

Perindustrian

Kalimantan Timur bersama Provinsi Riau dan Sumatera Utara berdasarkan Inpres Nomor I tahun 2010 sebagai Cluster Industri berbasis Pertanian, Oleochemical di Kawasan Maloy Kutai Timur dan bersama Provinsi Jawa Timur sebagai Cluster Industri berbasis migas dan kondensat di Kota Bontang. Disamping itu, di Kota Balikpapan telah dikembangkan Kawasan Industri Kariangau. Ketiga kawasan industri tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Pertanian

Produksi padi pada tahun 2011 diperkirakan sebesar 596,3 ribu Ton Gabah Kering Giling (GKG). Dibandingkan produksi tahun 2010, terjadi peningkatan sebanyak 7,5 ribu ton (1,27 persen). Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan produktivitas sebesar 0,81 kuintal per hektar (2,07 persen). Perkiraan kenaikan produksi padi tahun 2011 terbesar terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Kutai Timur dan Nunukan. Perkiraan kenaikan produksi padi tahun 2011 sebesar 7,5 ribu ton (1,27 persen) terjadi pada subround Januari-April sebesar 16,4 ribu ton (5,08 persen) dan subround Mei-Agustus sebesar 6,2 ribu ton (5,33 persen) dibandingkan dengan produksi pada subround yang sama tahun 2010 (year on year) .

Sementara produksi jagung tahun 2011 diperkirakan sebesar 11,48 ribu ton pipilan kering. Dibandingkan produksi tahun 2010, terjadi penurunan sebanyak 511 ton (-4,26 persen). Penurunan produksi diperkirakan terjadi karena penurunan produktivitas sebesar 1,15 kuintal per hektar (4,48 persen). Penurunan produksi jagung tahun 2011 yang terbesar terjadi di kota Balikpapan, Kutai Timur, Malinau, Nunukan.

Sementara produksi kedelai tahun 2011 diperkirakan sebesar 2,68 ribu ton biji kering. Dibandingkan produksi tahun 2010, terjadi peningkatan sebanyak 479 ton (21,73 persen). Peningkatan produksi diperkirakan terjadi karena meningkatnya luas panen seluas 412 hektar (24,54 persen). Perkiraan peningkatan produksi kedelai tahun 2011 yang relatif besar terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Bulungan.






Wilayah

Pesantren

Pesantren di Propinsi Kalimantan Timur


Pengurus Nahdlatul Ulama

Pengurus NU di Propinsi Kalimantan Timur


Tokoh

Sumber berbatasan dengan • http://www.kaltimprov.go.idhttp://berbatasan dengan//infokalimantan.wordpress.com • http://www.indonesia.go.idhttp://sharahsepingganiswr.blogspot.com