Matan Safinatun Naja (Bahtera Keselamatan)

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

Kembali ke Main Page << Kitab


MATAN SAFINATUN NAJA
(BAHTERA KESELAMATAN)

Karya: Asy-Syaikh Al-‘Alim Al-Fadlil Salim bin Samiyr Al-Hadlramiy ‘alaa Madzhab Al-Imam Asy-Syafi’i Imam Syafi’i

Penyusun dan Penterjemah : Ats-Tsauriy & Imam Nawawi

sumber: Islam dengan Sunnah dan Bid'ah Hasanah


Contents

Fasal: Rukun Islam

Rukun Islam ada 5 :
(1) Bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah,
(2) Mendirikan (mengerjakan) shalat,
(3) Membayar zakat
(4) Berpuasa ramadhan
(5) Berhaji ke bait (Allah) bagi yang mampu untuk (biaya) perjalanan.


Fasal Rukun Iman

Rukun Iman ada 6 :
(1) Beriman kepada Allah,
(2) beriman Malaikat Allah
(3) beriman kepada kitab Allah
(4) beriman kepada Rasul Allah
(5) beriman kepada hari akhir (kiamat)
(6) beriman kepada takdir yang baik dan takdir yang buruk dari Allah


Fasal

Pengertian “Lailahaillallah” adalah bahwa tiada yang patut disembah secara haq didalam keberadaannya kecuali hanya Allah

Fasal Tanda-tanda Baligh

Tanda-tanda baligh ada 3 :
(1) usia sudah mencapai 15 tahun baik laki-laki maupun perempuan
(2) bermimpi keluar sperma (mimpi basah) baik laki-laki maupun perempuan
(3) Haid bagi perempua karena (berumur) 9 tahun.


Fasal Syarat Beristinja

Syarat sah beristinja’ dengan batu ada 8 : 1. Hendaknya dengan 3 batu
2. (Ketiga batu) bisa membersihkan tempat (najis)
3. Najis belum kering
4. Najis belum berpindah ke tempat lain
5. Tidak bercampur dengan najis lain
6. Tidak melampaui Hasyafah (bila kencing)
7. Tidak terkena air
8. Harus dengan batu yang suci


Fasal Fardu Wudhu

Fardhu wudlu’ ada 6 :
1) Niat
2) Membasuh wajah
3) Membasuh kedua tangan besert kedua siku
4) Membasuh sebagian dari kepala (kulit/rambut)
5) Membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki
6) Tertib


Fasal Niat

Niat adalah menyengaja sesuatu bersamaan dengan pekerjaannya, adapun tempatnya niat didalam hati sedangkan mengucapkan dengan lisan itu sunnah. Waktu niat ketika membasuh muka (bila mengerjakan wudlu’).
Tertib adalah tidak mendahulukan (membasuh/mengerjakan) anggota wudlu’ atas anggota wudlu (yang seharusnya diakhirkan)


Fasal Air

Air terbagi menjadi 2, air sedikit dan air banyak ;
1) Air sedikit adalah air yang kurang dari kulah
2) Air banyak adalah air yang mencapai 2 kulah atau lebih.
Air sedikit jika terkena najid maka dihukum air mutanajis walaupun tidak berubah. Sedangkan air banyak, jika kejatuhan najis tidak dihukumi air mutanajis kecuali bila berubah rasa, warna dan baunya.


Fasal Wajib Mandi

Kewajiban mandi ada 6 :
1) Memasukkan hasyafah kedalam farji’
2) Keluar sperma
3) Haid
4) Nifas
5) Melahirkan
6) Mati

Fasal Fardhu Mandi

Fardhu mandi ada 2 : 1) Niat
2) Meratakan air keseluruh badan

Fasal Syarat Wudhu

Syarat wudlu ada 10 :
1) Islam
2) Tamyis
3) Bersih dari haid
4) Bersih dari nifas
5) Bebas dari sesuatu yang bisa menghalangi sampainya air ke kulit
6) Tidak boleh ada satupun pada anggota wudlu’ yang bisa merubah air
7) Mengetahui fardhu wudlu
8) Tidak boleh beri’tiqad (menganggap) satu perbuatan fardhu diantara fardhu fardhu wudlu dianggap sunnah
9) Harus dengan air yang membersihkan
10) Harus setelah memasuki waktu shalat bagi orang yang “dai’mul hadats” (selalu berhadats)


Fasal Pembatal Wudhu

Pembatal wudlu ada 4 :
1. Sesuatu yang keluar dari qubul (kelamin depat) dan dubur (kelamin belakang) baik berupa angin atau (berupa) benda lain selain mani (sperma)
2. Hilangnya akal sebab tidur atau lainnya, kecuali tidurnya orang yang duduk yang menetapkan pantatnya pada tanah (tempat duduk)
3. Bersentuhan antara kulit laki-laki dan wanita yang sudah sama-sama dewasa, dari selain orang yang halal (keduanya tidak ada urusan mahram dan ketika bersentuhan tidak ada penghalang)
4. Memegang (menyentuh) qubul anak adam dan lingkaran duburnya dengan telapak tangan atau jari-jari bagian dalam (tapak tangan/jari-jari)


Fasal Larangan orang batal wudhu

Larangan bagi orang yang wudlunya batal, ada 4 :
1. Shalat
2. Thawaf
3. Menyentuh Mushhaf
4. Membawa Mushhaf

Haram bagi orang Junub, 6 perkara ;
1. Shalat
2. Thawaf
3. Menyentuh Qur’an
4. Membawa Qur’an
5. Diam didalam masjid
6. Membaca Qur’an

Haram bagi orang (wanita) Haid, 10 perkara :
1. Shalat
2. Thawaf
3. Menyentuh al-Qur’an
4. Membawa al-Qur’an
5. Diam didalam masjid
6. Membaca al-Qur’an
7. Puasa
8. Thallaq
9. Lewat di Masjid, sebab dikhawatirkan mengotorinya
10. Bersenang-senang (jima’/lainnya) antara pusar dan lutut.


Fasal Sebab-sebab Tayamum

Sebab-sebab (melakukan) Tayammum, 3 :
1. Tidak ada air
2. Sakit
3. Air dibutuhkan untuk memberi minum binatang yang dimulyakan (dihormati syara’ yang sedang kehausan) Adapun binatang yang tidak dianggap mulya menurut syara’ ada 6 macam :
1. Orang yang meninggalkan shalat
2. Orang yang berzina mukhsan
3. Oang Murtad
4. Kafir harbi
5. Anjing yang galak
6. Babi


Fasal Syarat Tayamum

Syarat-syarat Tayammum, ada 10 :
1. Harus dengan debu
2. Harus dengan (debu) yang suci
3. Debu tersebut bukan debu yang musta’mal
4. Debu tidak tercampuri dengan tepung atau lainnya
5. Orang tersebut bermaksud menggunakan debu untuk bertayammum
6. Harus dengan dua kali meletakkan telapak tangan ke debu, satu kali untuk mengusap kedua telapak tangan
7. Sebelum harus membersihkan najid di basan
8. Ijtihad mencari kiblat
9. Tayammum harus setelah masuk waktu shalat
10. Satu kali tayammum untuk satu kali shalat fardhu


Fasal Fardhu Tayamum

Fardhu Tayammum ada 5 :
1. Memindahkan debu
2. Niat
3. Mengusap wajah
4. Mengusah kedua tangan hingga ke siku
5. Tertip diantara usapan tersebut (muka kemudian tangan)


Fasal Batalnya Tayamum

Batalnya Tayammum :
1. Setiap perkara yang membatalkan pada wudlu
2. Murtad
3. Menduga ada air jika tayammunya karena ketiadaan air


Fasal Benda Najis yang bisa jadi suci

Benda-benda najis yang bisa menjadi suci, 3 :
1. Khamar (arak) yang berubah dengan sendirinya menjadi cuka
2. Kulit bangkai jika sudah di samak
3. Hewan sembelihan


Fasal Najis

Najis ada 3 :
1. Najis Mughalladhah
2. Najis Mukhaffafah
3. Najis Mutawassithah
Najis Mughalladhah adalah najisnya anjing dan babi serta najisnya keturunan dari kedua binatang tersebut Najis Mukhaffafah adalah najisnya air kencing anak laki-laki yang belum berusia dua tahun dan belum makan kecuali air susu ibu Najis Mutawassithah adalah semua najis (selain Mughalladhah dan Mukhaffafah)


Fasal Cara Mensucikan Najis Mugholadhah

Cara Mensucikan Najis Mughalladhah :
Dengan cara mencucinya harus dibasuh dengan 7 kali basuhan dimana salah satunya dicampur dengan debu yang suci.
Najis Mukhaffafah : cukup disiram dengan air sehingga najisnya hilang
Najis Mutawassithah dibagi menjadi 2 :
1. Najis Mutawassithah Ainiyy
2. Najis Mutawassithah Hukmiyyah
Aini : najis yang masih ada warna, bau dan rasanya, maka najis seperti ini harus dihilangkan warna, bau dan rasanya
Hukmi : najis yang berbau dan berwarna serta rasanya sudah tidak ada (tinggal hukumnya saja) maka cara mensucikannya cukup dengan mengalirkan air saja ke najasah.


Fasal Minimal Masa Haid

Paling sedikit (masa) Haid, sehari-semalam. Sedangkan yang lumrah adalah 6 (hari) atau 7 (seminggu) dan paling lama adalah 15 hari dan malam. Adapun paling sedikitnya masa suci antara 2 kali haid adalah 15 hari, lumrahnya 24 atau 23 hari dan paling lama tiada batasnya.


Fasal Syarat-syarat Sholat

Syara-syarat shalat ada 8 :
1. Suci dari dua hadats
2. Suci dari najis pada pakaian, badan dan tempat shalat
3. Menutup aurat
4. Menghadap kiblat
5. Masuk waktu shalat
6. Mengetahui fardhu shalat
7. Tidak boleh menyakini (menganggap) kefardhuan dari salah satu fardhu shalat sebagai sunnah
8. Meninggalkan hal-hal yang sekiranya membatalkan shalaat

Fasal Hadats

Hadats itu ada 2 macam :
1. Hadats kecil : hadats yang mewajibkan wudlu’
2. Hadats besar : hadats yang mewajibkan mandi (jinabat)


Fasal Aurat

Aurat dibagi menjadi 4 :
1. Aurat laki-laki didalam shalat maupun diluar shalat adalah antara pusar dan lutut, demikian juga dengan budah laki-laki
2. Aurat perempuan diwaktu shalat adalah seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan
3. Aurat perempuan yang merdeka dan budak perempuan dihadapan laki-laki lain (bukan mahramnya) adalah seluruh anggota badan
4. Dan bila dihadapan mahramnya atau sama-sama perempuannya maka auratnya antara pusar dan lutut.


Fasal Rukun Shalat

Rukun shalat ada 17 :
1. Niat
2. Takbiratul ihram
3. Berdiri bagi yang mampu dalam shalat fardhu
4. Membaca al-Fatihah
5. Rukuk
6. Tuma’ninah diwaktu ruku
7. I’tidah
8. Tuma’ninah diwaktu I’tidal
9. Sujud
10. Tuma’ninah diwaktu sujud
11. Duduk diantara dua sujud
12. Tuma’ninah diwaktu duduk diantara dua sujud
13. Tasyahud akhir
14. Duduk untuk membaca tasyahud
15. Membaca shalawat Nabi
16. Salam
17. Tertib


Fasal Tingkatan Niat

Tingkatan niat ada 3 :
- Manakala shalat itu fardhu maka wajib bermaksud mengerjakan ( قصد الفعل ), menentukan jenis shalat dan menerangkan kefardhuannya
- Manakala shalat sunnah, yang terbatas oleh waktu seperti shalat rawatib atau shalat sunnah yang terikat sebab maka wajib menyengaja mengerjakannya ( قصد الفعل ) dan menentukan shalat التعيين
- Manakala shalat sunnah mutlak, maka hanya wajib bermaksud (menyengaja) mengerjakannya (saja) (adapun) mengenai “ أصلي ”/ushalli/aku shalat” (itu adalah menyengaja (qashdul fi’li/ قصد الفعل ) sedangkan ta’yin/menentukan jenis shalaat, sepeti dzuhur dan asar. Sedangkan fardhiyah adalah menyatakan fardhu.


Fasal Takbiratul Ihram

Syarat takbiratul Ihram ada 6 :
1. Harus dibaca ketika berdiri jika shalat fardhu
2. Harus dengan bahasa arab
3. Harus dengan lafadz Jalalah “ Allahu ”لله
4. Harus dengan lafadz “Akbar/ ” أكبر
5. Tertib antara 2 lafadz tersebut yaitu Allahu Akbar
6. Hamzah pada lafadz “Allah/ لله ” tidak boleh dibaca panjang
7. Ba’ ( ب) pada lafadz “akbaru/ أكبر ” tidak boleh dibaca panjang
8. Ba’ ( ب) pada lafadz “akbaru/ أكبر ” tidak boleh dibaca tasydid
9. Sebelum lafadz “Allah/ لله ” tidak boleh ditambah “wa”
10. Diantara lafadz “Allah/ لله ” dan “Akbaru/ أكبر ” tidak boleh berhenti lama
11. Tidak boleh berhenti sebentar
12. Seluruh huruf-huruf takbiratul Ihram harus bisa didengar oleh telinga di Mushalli sendiri
13. Lafadz “ لله أكبر ” harus diucapkan ketika menghadap kiblat
14. Tidak boleh merusak atau mengubah satu huruf dari huruf-huruf takbiratul Ihram
15. Bila sebagai makmum, takbiratul Ihram harus sesudah Imam


Fasal Syarat Membaca Fatihah

Syarat membaca Al-Fatihah 10 :
1. Tertib
2. Beurut-urutan
3. Menjaga huruf-hurufnya
4. Menjaga tasyid-tasydidnya
5. Diantara ayat-ayat fatihah, ketika membaca tidak boleh berhenti terlalu lama atau sebentar dengan maksud memotong bacaan
6. Harus membaca semau ayat, basmalah termasuk ayat Al- Fatihah
7. Tidak boleh ada bacaan yang salah (Lahn) yang dapat merusak makna Al-Fatihah
8. Al-Fatihah harus dibaca ketika berdiri shalat fardhu 9. Seluruh bacaan Al-Fatihah harus didengar oleh si Mushalli sendiri
10. Diantara ayat-ayat Fatihan jangan sampai diselingi oleh dzikir yang lain


Fasal Tasydid pada Alfatihah

Tasydid pada surat Al-Fatihah ada 14 :
1. Basmalaha tasydidnya diatas Lam
2. Ar-rahman tasyidnya diatas Ra’
3. Arrahim tasydidnya diatas Ro’
4. Alhamdulillah tasydidnya diatas Lam Jalalah
5. Rabbil ‘Alamin tasydidnya diatas Ba’
6. Ar-rahman tasyidnya diatas Ra’
7. Arrahim tasydidnya diatas Ro’
8. Maaliki Yaumiddin tasyidnya diatas Dal
9. Iyyaka na’budu tasyidnya diatas Ya’
10. Waiyyaka nasta’in tasyidnya diatas Ya’
11. Ihdhinash shirathal Mustaqim tasyidnya diatas Shad
12. Sharathal ladzina tasyidnya diatas Lam
13. An’amta alayhim ghairil maghdubi alaihim waladldlollina tasyidnya diatas Dal
14. …dan Lam


Fasal Sunnah mengangkat tangan

Sunnah mengangkat tangan :
1. Ketika takbiratul Ihram
2. Ketika akan rukuk
3. Ketika akan I’tidal
4. Ketika berdiri dari tasyahud awal


Fasal Syarat Sujud

Syarat Sujud ada 7 ;
1. Harus dengan 7 anggota badan (sebagaimana keterangan dibawah ini)
2. Harus dengan dahi terbuka
3. Kepala harus ditekan (ketika meletakkan di tempat sujud)
4. Tidak boleh ada tujuan lain ketika membungkuk kecuali untuk sujud
5. Tidak boleh sujud diatas sesuatu yang bergerak bila bergerak ketika untuk sujud
6. Kepalanya harus lebih rendah daripada pantat
7. Harus tuma’ninah
Anggota sujud ada 7, dan : dahi, telapak tangan, kedua lutut dan jari-jari kedua kaki yang dalam.


Fasal Tasydid pada tasyahud

Tasyid-tasyid pada tasyahud ada 21, itu (karena) ditambah 5 jika dibaca dengan sempurna, dan 16 ada pada bacaan yang paling singkat. Maksudnya bila dibaca dengan sempurna maka tasydidnya ada 21, bila disingkat ada 16 : التحيات - tas’yidnya ada pada Ta’ dan Ya’ المباركات الصلوات - ada pada Shad الطيبات - ada pada Tha’ dan Ya’ - 􀍿 ada pada lam Jalalah السلام - ada pada Sin عليك أيھا النبي - ada pada Ya’ dan Nun ورحمه لله - ، ada pada Lam Jalalah وبركاته السلام - ada pada Sin علينا وعلى عباد لله - ada pada Lam Jalalh الصالحين - ada pada Shad أشھد أن لاإله - ada pada lam Alif (karena Idgam) إلا لله - ada pada Lam alif dan Jalalah وأشھدأن - ، ada pada Nun محمدا رسول لله - ada pada mim lafadz “Muhammad”, Ro’ (karena Idgham) dan ada pada Lam jalalah

Fasal Tasydid dalam Shlawat

tasydid-tasydid pada paling pendeknya bacaan Shalawat ada 4 : اللھم - : ada ada Lam Jalalh dan Mim صل - ada pada Lam على محمد - ada pada Mim

Fasal Paling pendeknya Salam

paling pendeknya salam adalah السلام عليكم yang dibaca tasydid pada huruf Sin

Fasal Waktu Sholat

Waktu Shalat ada 5 : 1. Waktu shalat dhuhur : mulai dari tergelincirnya matahari sampai terjadinya bayangan sama persis dengan panjang benda tersebut. 2. Shalat Asar : mulai dari akhir shalat dhuhur hingga terbenam matahari 3. Shalat Maghrib : mulai dari terbenamnya matahari sampai dengan terbenamnya mega merah. 4. Shalat Isya’ : mulai dari menghilanya mega merah hingga terbitnya fajar shadiq 5. Shalat Shubuh : munculnya fajar shadiq hingga terbit matahari Mega ada 3 : Kuning, putih dan merah. Mega merah untuk tanda waktu maghrib, dan putih untuk waktu Isya’. Shalat Isya’ disunnahkan diakhirkan hingga mega kuning dan putih telang hilang.

Fasal Haramnya waktu shalat

Haramnya shalat yang tidak memiliki sebab yang mendahului atau menyertainya, adapun waktu yang haram untuk shalat ada 5 : - Hingga matahari terbit hingga terbit matahari terbit kira (orang menombak) - Ketika Istiwa’ kecuali hari jum’at hingga matahari condong (kesebelah barat) - Ketika matahari kekuning-kuningan (akan terbenam) hingga matahari terbenam - Setelah shalat shubuh hingga terbit matahari

Fasal Saktah

Saktah (berhenti sebentar) dalam shalat ada 6 : - Antara takbiratul Ihram dan Iftitah - Antara fatihan dan ta’awudz - Antara membaca Fatihah dan membaca Ta’awudz - Antara membaca Amin dan akhir fatihah - Antara membaca amin dan membaca surat - Antara membaca surat dan rukuk

Rukun-rukun (shalat) yang wajib melakukan tuma’ninah (4) : - Rukuk - I’tidal - Sujud - Duduk diantara dua sujud Tuma’ninah adalah tenang (berhenti/ tidak bergerak) setelah bergerak dengan kira-kira semua anggota badan sudah diam pada tempatnya, kira-kiran seukuran membaca “Subhanallah”

Fasal Sujud Syahwi

Sebab-sebab sujud Syahwi : 1. Meninggalkan bagian atau sebagian dari bagian sunnah ab’ad shalat 2. Mengerjakan sesuatu yang bila disengaja dapat membatalkan shalat tapi tidak membatalkan jika sedang lupa 3. Memindah rukun ucapan ditempat yang tidak semestinya 4. Mengerjakan rukun yang bersifat fi’liyyah (perbuatan) dengan dugaan sedang menambah

Fasal Sunnah Ab’ad

Sunnah Ab’ad shalat ada 7 : - Tasyahud awal - Duduk untuk tasyahud awal - Membaca shalwat nabi pada tasyahud awal - Membaca shalawat kepada keluarga Nabi pada tasyahud akhir - Membaca Qunut - Membaca shalawat salam kepada Nabi pada Qunut - Membaca shalawat kepada keluarga Nabi pada Qunut

Fasal Batalnya Shalat

Batalnya shalat ada 14 : 1. Kejatuhan najis kecuali jika langsung dibuang tanpa dibwa 2. Aurat terbuka kecuali bila langsung ditutup 3. Berbicara dengan dua huruf atau satu huruh yang bisa dipahami 4. Sengaja melakukan hal-hal yang bisa membatalkan puasa 5. Makan banyak sekalipun dalam keadaan lupa 6. Tiga kali bergerak secara berturut-turut walaupun dalam keadaan lupa 7. Melompat yang terlalu keras 8. Memukul yang terlalu keras 9. Sengaja menambah rukun yang bersifat Fi’liyah 10. Mendahului Imam dengan 3 rukun yang bersifat fi’li / perbuatan 11. Ketinggalan Imam dengan dua rukun fi’li tanpa adanya udzur 12. Niat membatalkan shalat 13. Menggantungkan (membatalkan) shalat; (contoh, jika turun hujan akan membatalkan shalat) 14. Ragu-ragu dalam membatalkan shalat

Fasal Shalat Berjamaah

(Shalat Jamaah) yang Imamnya wajib berniat menjad Imam, 4 : 1. Shalat Jum’at 2. Shalat Mu’ada (mengulang shalat) berjamaah 3. Shalat Nadar berjamaah 4. Shalat yang dijamak taqdim karena turun hujan (secara berjamaah)

FASAL Makmum

Syarat mengikuti seseorang (menjadi makmum) ada 11 : 1. Harus tidak mengetahui bahwa shalatnya imam batal, karena hadats atau karena yang lainnya 2. Tidak boleh ada anggapan bahwa shalatnya harus diulang (karena tidak sah) 3. Imam tidak menjadi makmum 4. Tidak ada seseorang yang Ummiy (tidak bisa membaca dan menulis) 5. Bagi makmum tidak boleh lebih kedepan dari pada Imam dalam hal tempat 6. Makmum harus mengetahui perpindahan Imam (rangkaian/prakteknya) 7. Imam dan makmum harus berkumpul dalam satu masjid atau kira-kira 300 hira’ (bila diluar masjid) 8. Makmum harus berniat mengikuti Imam atau jamaah 9. Shalat yang dikerjakan Imam dan makmum harus sama urutannya 10. Bagi Makmum tidak boleh meninggalkan sunnah yang dikerjakan Imam, yang kelihatan buruk jika tidak mengikuti 11. Harus mengikuti Imam walau kita menjadi makmum

FASAL Syahnya Imam dan Makmum Shalat

(Contoh) mengikuti (Imam) ada 9 dan yang 5 dihukumi Sah yaitu : 1. Orang laki-laki bermakmum kepada Imam laki-laki 2. Perempuan bermakmum kepada laki-laki 3. Waria bermakmum kepada laki-laki 4. Wanita bermakmum kepada imam waria 5. Perempuan bermakmum kepada perempuan Sedankan yang 4nya lagi tidak sah : - Laki-laki bermakmum kepada perempuan - Imam waria, makmum laki-laki - Imam perempuan, makmum waria - Imam dan makmum sama-sama waria

FASAL Jama’ Taqdim

Syarat Jama’ Takdim ada 4 : 1. Harus dimulai dengan shalat yang pertama 2. Harus niat jamak ketika mengerjakan shalat yang pertama 3. Antara shalat yang pertama dan kedua harus berturut-turut 4. Berlangsungnya udzur (halangan)

Fasal Syarat Jama’ Ta’khir

Syarat Jama’ Ta’khir ada 3 : - Niat jama’ ta’khir ketika masih ada waktu shalat yang pertama, kira-kira cukup untuk mengerjakan shalat yang pertama - Berlangsungnya udzur sampai selesai mengerjakan shalat yang kedua

Fasal Syarat Qashar

Syarat Qashar shalat, ada 7 : 1. Bepergian yang mencapai 3 marhalah (kurang lebih 89 km) 2. Bepergian yang diperbolehkan 3. Harus tahu bolehnya mengqashar 4. Harus berniat mengqashar pada saat takbiratul Ihram 5. Shalat yang 4 rakaat 6. Bepergian tersebut masih berlangsung hingga mengerjakan shalat sempurna 7. Tidak boleh bermakmum kepada Imam yang shalatnya sempurna (tidak mengqashar) walaupun hanya sebagian dari shalat

Fasal Syarat Shalat Jumat

Syarat shalat Jum’at ada 6 : 1. Harus dilakukan waktu dzuhur 2. Harus didirikan dalam perbatasan daerah 3. Harus dilaksanakan dengan berjamaah 4. Orang yang shalat jum’at harus ada 40 orang laki-laki baligh, semua bermukim dan orang yang merdeka 5. Tidak didahului atau dibarengi dengan shalat jum’at yang lain dalam satu daerah itu 6. Sebelum shalat jum’at harus membaca Khutbah


FASAL Rukun Dua Khutbah

Rukun 2 khutbah ada 5 : 1. Memuji Allah pada khutbah pertama dan kedua 2. Membaca shalawat kepada nabi Muhamam pada kedua khatbah 3. Berwasiat agar bertakwa 4. Membaca ayat dari al-Qur’an 5. Membaca do’a untuk mukminin dan mukminat pada khutbah kedua

FASAL Syarat Dua Khutbah

Syarat Dua khutbah ada 10 : 1. Suci dari hadat besar 2. Suci dari hadats kecil 3. Suci dari najis pada pakaian, badan dan tempat shalat 4. Menutup aurat 5. Berdiri bagi yang mampu 6. Duduk diantara dua khutbah 7. Antara 3 khubahn dan shalat harus berturut-turut 8. Khubah harus berbahasa arab 9. Bagi khatib harus berusahab memperdengarkan khotbahnya kepada 40 orang tersebut 10. Khutbah harus pada waktu dzuhur

Fasal Kewajiban terhadap Mayyit

Kewajiban bagi mayyit, ada 4 : Memandikan, mengkafani, menshalati dan menguburkan

Fasal Memandikan Jenazah

memandikan Jenazah, dengan meratakan seluruh badan dengan air, sedangkan paling sempurnanya dalam memandikan adalah - Qubul dan dubur harus dibersihkan - Kotoran dari hidung harus di hilangkan - Mewudlu’kan mayyit - Dimandikan dengan daun bidara - Disiram dengan air 3 kali

Fasal Mengkafani Mayyit

Paling sedikitnya mengkafani adalah satu pakaian yang mencukupi. Adapun bagi laki-laki yang sempurna adalah 3 lapis kain, dan untuk perempuan adalah baju kurung dan dua lapis pakaian.

Fasal Rukun Shalat Jenazah

Rukun shalat jenazah 7 : - Niat - 4 kali takbir - Berdiri bagi yang mampu - Membaca al-Fatihah - Membaca shalawat setelah takbir kedua - Membaca do’a bagi mayyit setelah takbir ketiga - Salam

Fasal Memakamkan Jenazah

Paling sedikitnya mengubur jenazah : cukup dengan lubang yang dapat mencegah bau mayyit dan dapat melindunginya dari serbuan binatang buas. Sedangkan yang paling sempurna adalah bagian sedalam ukuran manusia sedangkan ditambah acuangan tangan keatas . Kemudian pipi si mayyit diletakkan di tanah dan wajidb dihadapkan kearah kiblat.

Fasal Dibolehkannya pembongkaran Makam Mayyit

Pembongkaran (makam) mayyit diperbolehkan jika ada sebab yang 4 : 1. Untuk dimandikan jika jasadnya belum berubah 2. Untuk dihadapkan kearah kiblat 3. Untuk mengambil harta yang tertanam bersama mayyit 4. Untuk menyelamatkan kandungan yang dikubur bersama mayyit bila ada kemungkinan janin masih hidup ==Fasal : hukum minta tolong dalam bersuci ada 4 : - Boleh, meminta tolong mengantarkan/mendekatkan diri (ketika wudlu /mandi) - Menyimpang dari keutamaan (khilaf aula), minta tolong menuangkan air kepada orang yang berwudlu’ - Makruh , menuangkan air kepada orang yang mandi - Wajib, bagi orang yang sakit jika tidak mampu

Fasal Zakat

Harta yang wajib dikeluarkan zakatnya ada 4 : - Binatang ternah - Emas dan perak - Buah-buahan dan tanaman makanan pokok - Barang simpanan - Logam (barang tambang) - Harta dagangan Adapun zakat harta dagangan adalah seperempat dari 10 (2,5%) dari jumlah harta dagangan.

Fasal Puasa Ramadhan

Wajib puasa ramadhan dengan ketentuan-ketentuan berikut ini (10) : - Dengan mencukupkan bulan sya’ban 30 hari - Dengan melihat bulan, bagi yang melihatnya sendiri - Dengan melihat bulan yang disaksikan oleh orang yang adil di hadapan hakim - Dengan khabar dari orang yang adil riwayatnya juga dipercaya kebenarannya, baik yang mendengarkan kabar tersebut membenarkan atau tidak, atau tidak dipercaya akan tetapi orang yang mendengar membenarkannya. - Dengan berijtihad masuknya bulan ramadhan bagi orang yang meragukan dengan hal tersebut.

Fasal Syaat Sah Puasa

Syarat sah puasa ada 4 : 1. Islam 2. Berakal 3. Suci, sempurna dari darah haid 4. Dalam waktu yang memang diperbolehkan untuk berpuasa

Fasal Syarat Wajib Puasa

Syarat wajib puasa : 1. Islam 2. Taklif (dibebankan untk berpuasa) 3. Kuat berpuasa 4. Sehat 5. Iqamah (tidak berpergian)

Fasal Rukun Puasa

Rukun puasa ada 3 : - Niat pada malamnya yaitu setiap malam pada bulan ramadhan - Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa ketika masih dalam keadaan ingat, bisa memilih (tidak ada paksaan) dan tidak bodoh yang ma’dzur - Orang yang berpuasa

Diwajibkan ; mengqadha’ puasa, membayar kafarat dan teguran terhadap orang yang membatalkan puasa dibulan ramadhan satu hari penuh dengan sebab berjima’ , lagi berdosa bagi orang yang berpuasa,

Wajib berserta qadha’ ketika bagi orang uang puasa pada 6 perkara : 1. Didalam bulan ramadhan dan yang lainnya, terhadap orang yang sengaja membatalkannya 2. Terhadap orang yang meninggalkan niat pada malam hari untuk puasa fardhu 3. Terhadap orang yang bersahur karena menyangka masih malam, kemudian diketahui bahwa fajar telah terbit 4. Terhadap orang yang berbukan karena menduga matahari telah tenggelam kemudian diketahui bahwa matahari belum tenggelam 5. Terhadap orang yang menyakini bahwa hari tersebut akhri sya’ban tangga tiga puluh , kemudian diketahui bahwa awal ramadhan telah tiba 6. Terhadap orang yang terlanjut meminum air dari kumurkumur atau dari air yang dimasukkan ke hidung

Fasal Sebab-sebab Batalnya Puasa

Batalnya puasa : 1. Murtad 2. Haid 3. Nifas 4. Melahirkan 5. Gila walau hanya sebentar 6. Pingsan atau mabuk yang disengaja jika terjadi pada siang hari pada umumnya.

Fasal Hukum Membatalkan Puasa

Membatalkan puasa (berbuka) disiang ramadhan terbagi 4 ; 1. Diwajibkan, terhadap wanita yang haid dan nifas 2. Dibolehkan, sebagaiman orang yang berlayar atau sakit 3. Tidak diwajibkan, tidak diharuskan sebagaimana orang yang gila 4. Diharamkan, sebagaimana orang yang menunda qadha’ ramadhan padahal mungkin untuk dikerjakan sampai waktu qadha’ tersebut tidak mencukupi.

Orang yang membatalkan puasanya dibagi menjadi 4 : 1. Orang yang diwajibkan qadha; dan membayar fidyah, seperti perempuan yang membatalkan puasanya karena mengkhawatirkan orang lain yaitu bayi, dan seperti orang yang menunda qadha’ puasanya sampai tiba ramadhan berikutnya. 2. Orang yang diwajibkan qadha’ tnap membayar fidyah, yaitu seperti orang yang pingsan 3. Orang yang diwajibkan membayar fidyah tanpa qadha’, seperti orang yang sangat tua yang tidak puasa 4. Orang yang tidak diwajibkan membayar fidyah dan tidak diwajibkan mengqadha’ seperti orang yang gila yang tidak disengaja

Fasal Yang tidak membatalkan Puasa

Yang tidak membatalkan puasa sesudah sampai kerongga mulut , ada 7 macam ; 1. Ketika kemasukan sesuatu seperti makanan ke rongga mulut yang tidak disengaja 2. Atau tidak tahu hukumnya 3. Atau dipaksa orang lain 4. Ketika kemasukan sesuatu kerongga mulut , sebab air liur yang mengalir diantara gigi-giginya, sedangkan ia tidak mungkin mengeluarkannya 5. Ketika kemasukan debu jalanan kedalam rongga mulut 6. Ketika kemasukan sesuatu dari ayakan tepung ke dalam rongga mulut 7. Ketika kemasukan lalat yang sedang terbang kedalam rongga mulut