Majelis Ribaathul Muhibbiin

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

Kembali ke Main Page << Pesantren

603145 415615701848581 1044839370 n.jpg


Berawal dari sekelompok anak muda yg ingin membuat sebuah kegiatan yg positif yg lebih dari sekedar “nongkrong” saja. Maka tercetuslah ide untuk membuat pengajian. Ide ini langsung disetujui semua pihak. Maka dimulailah pengajian ini berkeliling dari rumah ke rumah setiap jama’ahnya. Pengajian rutin ini dilaksanakan setiap minggunya tepatnya malam jum’at ba’da isya dengan rangkaian pembacaan Surat Yasin dan Tahlil kemudian penyampaian Tausyiah yg disampaikan oleh ustadz ataupun jama’ah yang mempunyai sedikit ilmu yang bisa disampaikan kepada para jama’ah lainnya.

Musholla

Seiring berjalannya waktu, musholla yang berada di perumahan Polri menjadi pusat pengajian ini. Rangkaiannya pun ditambah dengan pembelajaran tajwid serta pembacaan Ratib Al Athas setiap bulannya. Pembimbingnya pun bertambah yaitu Ustadz Pur dan juga saudara Hubul Wathon. Agar jama’ah tidak jenuh maka terkadang pengajian di adakan di vila yang berada di wilayah Puncak. Para jama’ah pun secara tidak langsung menamai perkumpulan ini IPS (Ikatan Pengajian Selon), karena terdiri dari para remaja dan pemuda yang ingin dengan suasana yang santai.

Kesibukan

Tahun berganti, jama’ah yang terdiri dari teman-teman bermain pun mulai mempunyai kesibukan. Dengan alasan tekhnis pun pengajian ini berpindah-pindah seperti waktu awalnya terbentuk. Pengajian ini tidak punya markas tetap untuk dijadikan pusat perkumpulan. Terkadang di rumah saudara Hubul, lalu kemudian pindah ke kediaman Dede hingga akhirnya markas tetap dipilih di rumah Saudara Alam tanpa menolak jika ada jama’ah ataupun warga yang ingin mengadakan pengajian di rumahnya. Sempat berpindah ke rumah Saudara Hadi namun tidak lama kemudian kembali ke kediaman Alam.

Berkembang Lebih Maju

Di rumah Alam pengajian yang telah berjalan belasan tahu ini mencoba untuk selalu berkembang lebih maju. Maka dihadirkanlah para Ustadz, Habaib khususnya Guru Besar pengajian ini, Al Habib Syauqi bin Syaikhon Al Gadri dan juga Anaknya yaitu Al Habib Nabil bin Syauqi Al Gadri untuk menambah keilmuan dalam kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Tahun 2010

Disekitaran tahun 2010, pengajian ini menambah kegiatan pengajiaannya dengan pembacaan Maulid Adh Dhiya ‘Ullami karangan Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syech Abu Bakar bin Salim, salah seorang yang sudah dianggap Guru Besar dari pengajian ini selain Al Habib Syauqi. Dan pengajian ini dipindahkan menjadi malam sabtu dan dimulai agak malam (jam 21.00 / 22.00 wib) dikarenakan menyesuaikan dengan para jama’ah yang mayoritas sudah bekerja.

Sebuah Majelis

Mencoba untuk lebih berkembang lagi, maka tercetuslah ide untuk membentuk sebuah majelis yang lebih besar dan lebih luas ruang lingkupnya. Dengan semangat dan kerja keras para pemuda akhirnya terbentuklah sebuah Majelis yang sepakati pusatnya di Gedung TKA Al Ikhlas (Majelis Ta’lim Al Ikhlas), 26 November 2010 awal dari semua proses terbentuk, setelah meminta pertimbangan dari para orangtua, sepuh, tokoh masyarakat serta aparatur pemerintah RT dan RW serta kelurahan dengan do’a dan pertimbangan dari Guru Besar, Al Habib Syauqi Al Gadri akhirnya pada acara tersebut dideklarasikan sebuah majelis (belum bernama) dengan mengundang seluruh warga dan disepakati bahwa yang nanti membina dan membimbing adalah Al Ustadz Ayatullah.

Nama

Karena majelis ini belum mempunyai nama, walaupun dalam diskusi-diskusi sebelumnya tercetus Majelis Al Ikhlas. Akhirnya menghadap ke Guru Mulia Al Habib Syauqi Al Gadri untuk meminta nama, berpikir sejenak, lantas beliau memberi nama “Majelis Ribaathul Muhibbiin”. Para jama’ah yang lainpun sepakat dengan nama tersebut yang mempunya arti “Ikatan para pecinta Rasul saw”. Nama tersebut diperkenalkan kepada warga melalui acara Tablig Akbar Peringatan 1 Muharram 1432 H yang diselenggarakan majelis ini dengan menghadirkan Guru Mulia Al Habib Syauqi bin Syaikhon Al Gadri dan bekerja sama dengan Majelis Sholawat pimpinan Habib Nabil bin Syauqi Al Gadri. Warga pun antusias dan menyambut acara besar ini yang dihadiri ribuan muslimin muslimat. Beberapa bulan kemudianpun Majelis ini membuat acara Maulid Akbar Nabi Muhammad saw yang diadakan sendiri dengan menghadirkan Al Habib Salim Al Athas (Habib Selon) sebagai penceramah. Dan Majelis ini pun telah bertambah pembimbingnya khususnya dalam pembahasan Al Qur’an yaitu, Al Ustadz H. Syahroni.

Dengan memohon Rahmat serta HidayahNya Allah swt dengan didorong rasa cinta yang teramat besar kepada Nabi Muhammad saw, insya Allah Majelis ini akan tetap berusaha untuk istiqamah dalam membantu Da’wah Nabi Muhammad saw dalam men-syiarkan Agama Allah

Majelis Ribaathul Muhibbiin

Pelindung : Allah SWT
Pengasuh : Al Habib Syauqi Al Gadri & Ulama setempat
Pembimbing : Ustadz Ayatullah, Ustadz H. Syahroni
Waktu Ta'lim : Jum'at malam Sabtu, Ba'da Isya
Tempat : Gedung Majelis Ta'lim Al Ikhlas, Jl. Gotong Royong 2b, Larangan Indah, Larangan, Tangerang
Pembahasan : Al Qur'an, Fiqih, Hadist
Majelis Akbar Bulanan setiap minggu ke-4 tiap bulannya

Contact Person :
Dede : 021-98455974
Alam : 087886944590
Vavat : 021-9609790

Sumber : http://majelisribaathulmuhibbiin.blogspot.com/p/profile.html