Majelis Nurul Qomariyah

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

Head-web-NQ-copy.jpg


Majelis ta’lim dan dzikir nurul qomariyah adalah tempat berkumpulnya anak muda dari segala lapisan masyarakat, begitu juga dari pribadi yang berbeda dimana mereka bersatu dalam satu keinginan untuk memperbaiki diri dan kembali kepada fitrohnya. Sebagai insan yang berakhlakulkarimah…alhabib ali zaenal abidin bin hamid al-aydrus atau lebih di kenal dengan sebutan habib alay adalah pimpinan majelis ta’lim dan dzikir nurul qomariyah…

Jawa Timur

Dimana beliau berasal dari jawa timur lahir pada tanggal 14 januari 1975 bertepatan dengan tanggal 1 muharram. Dari pernikahan habib hamid bin husen al-aydrus dengan syarifah qomariyah al-aydrus, yg akhirnya nama Qomariyah diabadikan sebagai nama majelis Nurul Qomariyah, sebagai salah satu kecintaan kepada Uminya. Habib alay dibesarkan dalam keluarga sederhana disatu kota kecil tepatnya di probolinggo jawa timur, habib alay kecil sering kali bergaul dengan orang yang lebih tua dari beliau… kebetulan beliau memang suka bergaul dengan siapa saja dari berbagai kalangan, menginjak remaja beliau belajar dari pesantren 1 kepesantren lainnya karena itu guru2 beliau bukan dari kalangan habaib saja namun dari kalangan kyaipun ada. Kesederhanaan yang tertanam dari kecil terbawa hingga dewasa, dan pergaulan dengan teman yang lebih tua dari beliau mencerminkan kedewasaan yang lebih dini bagi beliau, disaat beliau remaja lebih – lebih beliau dilahirkan sebagai anak pertama.

Tawaddu'

Ketawadduannya beliau sudah nampak pada saat menuntut ilmu di pondok pesantren, ada sedikit penggalan kisah saat beliau menuntut ilmu diponpes nurul jadid paiton probolinggo, yang pada waktu itu santrinya mencapai 5000 santriwan/santriwati, ketika itu beliau mau sholat isya’ berjamaah dengan santri yang lain sesudah sampai di masjid mudir yang menjadi imam sholat isya belum keluar dari rumahnya yang kebetulan tidak jauh dari masjid dimana beliau akan melaksanakan sholat isya berjamaah..pada saat yang bersamaan kebetulan beliau melihat kearah belakang sambil baca sholawat menunggu datangnya imam , guru beliau keluar dari rumahnya artinya saat beliau melihat guru beliaupun menatap beliau dan beliaupun pindah ke shaf paling depan dekat pintu samping namun guru beliau menuju ke masjid sontak menanyakan dengan nada keras bertanya “ siapa yang tadi melihat kebelakang…!!! dengan tegas beliau mengangkat tangan… namun semua terdiam suasana menjadi hening yang tadinya gemuruh sholawat dari suara santri yang tidak kurang dari 1000 jamaah sholat isya tersebut namun seketika menjadi sunyi….


211.jpg


Keamanan Pesantren

Keamanan pesantrenpun pada saat ditanya tidak berani menjawab karena takut terkena imbas dari kemarahan guru tsb.. namun karena beliau menyadari hal yang dilakukan tadi dengan menoleh ke belakang adalah salah dan seketika beliau berdiri merunduk di depan gurunya..mengakui kesalahannya dan dituntunlah beliau kedepan menuju mimbar dimana tempat imam menjalankan sholat dan beliaupun diperintah/ dihukum berdiri di depan lalu kemudia sang guru meninggalkan beliau untuk kembali masuk kedalam rumah selang beberapa waktu kemudian sang guru menyerukan untuk baca sholawat sebanyak banyaknya dengan posisi habib alay kecil masih berdiri di depan mimbar..selang beberapa lama kemudian guru beliau kembali menuju masjid lagi serta lalu kemudian menuntun beliau ke depan rumahnya dan sholat isya’pun segera dilaksanakan beliaupun diserukan tuk pergi sholat isya’ lalu kembali kekamar masing-masing.


Dengan Rasa Penyesalan

Dengan rasa penyesalan yang dalam serta menyadari kesalahan serta rasa malu yang begitu dalam beliau menyendiri dikamar, namun tidak lama kemudian rekan-rekan beliau pada berdatangan menemui beliau seraya memberikan semangat ujar mereka ini satu kejadian yang luar biasa guru kita itu adalah ulama salaf dan jarang2 menghukum santrinya seperti itu tapi ini terjadi sama antum kita tinggal lihat antum bakal jadi orang besar ..dengan suara lirih beliau menjawab “ aku malu pada kalian semua… karena telah dihukum seperti itu..seketika itu pula mereka bersalaman dengan beliau.. singkat cerita beliau memetik sepenggal kisah ini yaitu betapapun dan siapapun kita dalam saat menuntut ilmu ya haruslah jadi penuntut ilmu yang taat serta ta’dim pada gurunya kalau kita ingin mendapat berkah daripada ilmu tersebut..lebih-lebih para ulama salafunashalih ..ungkap beliau saat itu..jelang beberapa tahun kemudian sekitar tahun 90an beliau hijrah ke kota metropolitan Jakarta raya dengan harapan tuk bekerja di industri perfilman namun karena tidak ada restu dari orang tua bekerja di perfilman tsb beliaupun pulang pergi jakarta probolinggo.


Majelis Nurul Qomariyah ( HB ALAY SAKRAAN`)

Di Jakarta

Setelah malang melintang dijakarta pergaulan dari orang lemah ,anak jalanan,yang sama sekali kurang mengenal agama ,akhlaq,iman,taqwa beliau jalani itupun belum membawa nama beliau alias siapa beliau sebenarnya itulah satu ketawadduaannya beliau..pada tahu 2001 akhir beliau diminta kembali pulang pada uminya di probolinggo dan seketika itu juga pulang dengan membawa semua pakaian beliau dengan membawa karung dan kardus makanan mie instan karena selama bertahun tahun di Jakarta yang dibawa Cuma beberapa saja karena yang lain beliau tinggalkan dan diberikan pada teman beliau yang membutuhkan padahal, beliau juga memerlukan,karena taat pada apa yang di inginkan umi beliau, beliaupun jarang sekali membantahnya apalagi Umi beliau sudah sakit-sakitan yang menyebabkan menuntut beliau untuk merawatnya karena adik2 beliau pada saat itu masih kecil jadi beliaulah yang harus turun tangan baik secara moral maupun material..namun hal tsb tak membuat beliau untuk tidak patuh pada Umi syarifah qomariyah..tepat pada tahun 2002 syarifah qomariyah di panggil oleh Allah swt..innalillahi wainnailaihi rojiun..tiada lagi harapan beliau untuk menjadikan ratu Umi beliau..saat itupun harapan beliau sudah tiada sementara beliau adalah anak pertama serta mempunyai adik yang masih kecil- kecil..pada waktu itupun beliau atau habib alay tidak pernah keluar rumah selama 40 hari..baru pada hari ke 42 beliau hijrah kembali ke Jakarta dan dijakarta beliau membuka usaha produksi makanan ringan dan dari sinilah beliau memulai mengajak teman- teman yang belum mengenal Allah SWT.


Tahap Awal

Diawali dari para pekerja ditempat usaha milik beliau, beliau mengajak mengaji yasin,sholawat,ratib,maulid nabi serta sering kali beliau mengajak untuk berziarah ke makam waliullah yang ada di jakarta ataupun di luar jakarta ..dengan ilmu yang menurut beliau masih sedikit beliau tak mengenal lelah untuk senantiasa menyampaikan ilmunya, karena dalam penyampaian dengan pendekatan kasih sayang kepada siapa saja tak kenal lelah serta tak pandang bulu baik orang lemah maupun orang berada beliau sama ratakan dalam pergaulan sehingga memperbanyak teman yang mendukung kegiatan beliau tsb..sekitar tahun 2006 majelis ta’lim dan dzikir nurul qomariyah yang beliau pimpin kini sudah berbentuk yayasan dan berbadan hukum dan kini beliau sering menghabiskan waktu bersama para santri dan jamaahnya karena pada prinsip beliau tertanam kesederhanaan dan merasakan pahit getirnya kehidupan yang membuat beliau menjadi sangat dekat dengan jamaahnya beliau juga dibantu oleh adiknya al habib lutfi alhaddad untuk pendidikan dan pembacaan kitab serta bahasa arab dimana habib lutfi alhaddad adalah salah satu terbitan darullughah wadda’wah bangil pasuruan jawatimur..serta membantu dan mendukung da’wah beliau dalam manajemen pengembangan karena itu juga habib lutfi al haddad menaruh ta’dhim pada beliau dan bangga terhadap kakaknya yang begitu gigih dan tegar dalam menegakkan panji-panji islam.


NQ SAKRAAN ---QASIDAH "laa ilaa ha illallah" by RIZKY ZANZABIEL

Memandang Sebelah mata

Apalagi dilingkungan sekitar banyak juga yang memandang sebelah mata terhadap pendidikan agama seperti yang kita semua tahu kadang kadang hidup dikota besar pendidikan agama bukan satu yang utama dan jarang pula mereka untuk berniat memeranginya dan inilah yang terjadi dilingkungan beliau namun tiada sedikitpun mengurangi niat baik beliau untuk senantiasa memperbaiki diri beliau pribadi dan terus mengajak kembali kepada jalan yang benar…mudah-mudahan dengan dengan kisah singkat tentang habib ali zaenal abidin al-aydrus(habib alay) membuat kita semua untuk senantiasa memposisikan agama islam diposisi teratas dan semoga bisa mengambil pelajaran serta hikmah dari apa saja yang terjadi dan yang kita ketahui .serta jauh lebih penting kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari kita dan semoga kita semua diberikan rahmat oleh Allah SWT dan selalu dalam bimbinganNYA..amin…amin ya robbal alamin ….wollohu’alam bissawab….

visi dan misi

- Visi dan misi kami adalah menyatukan umat muslim diseluruh nusantara dan memberikan pemahaman tentang agama islam dan nabi Muhammad SAW.

- membentuk manusia yang beriman serta berakhlakul karimah.

- mengamalkan dalam al qur’an dan hadist.

- menjadikan syiar islam semakin jaya dan berkembang.

- membantu antar sesama umat muslim agar lebih setia dan taat dalam agama islam.

NQ SAKRAAN ---QASIDAH "ALHAMDULILLAH" - by RIZKY ZANZABIEL


Sumber : http://majelisnurulqomariyah.org/