Majelis Fathul Hidayah

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search
37772 138922609474516 5487671 n.jpg

Nama “Majelis Fathul Hidayah” dalam aktifitas dakwah ini berawal ketika Al Ustadz Asyiquddin lulus dari Study-nya di Pondok Pesantren pimpinan Murid dari Ulama tersohor kota Kudus, KH. M. Arwani Amin. Beliau datang ke kota Karanganyar, Surakarta dan memulai berdakwah pada tahun 2003 di sebuah desa bernama Jengglong dengan mengajak orang bertobat dan mencintai Nabi saw yang dengan itu ummat ini akan pula mencintai sunnahnya, dan menjadikan Rasul saw sebagai Idola.

Berdakwah

Ust. Asyiq mulai berdakwah dari sore hingga malam yang berpusat di Musholla kecil bernama Fathul Hidayah. Beliau tidur dimana saja di tempat yang diridloi Alloh Swt, bahkan selama bertahun-tahun beliau tidur di sebuah kamar kecil dengan fasilitas apa adanya. Setelah berjalan kurang lebih satu tahun, Ustadz memulai membuka Majelis setiap sore *(mengikuti jejak gurunya yang membuka Majelis minggu-an setiap malam ahad), dan ia pun memimpin setiap ada ibadah baik sholat ,maupun sholawatan dan dzikir bersama. Setelah setahun, beliau melanjutkan dakwahnya dengan menggalang majelis-majelis di seputar Desa Jengglong dan Desa Waru Kecamatan Kebakkramat Karanganyar.

Majelis Sore

Ust. Asyiq membuka majelis sore di Musholla, mengajarkan Fiqh dasar, namun tampak ummat kurang bersemangat menerima bimbingannya, dan beliau terus mencari sebab agar masyarakat ini asyik kepada kedamaian, meninggalkan kemungkaran dan mencintai sunnah sang Nabi saw, maka ustads merubah penyampaiannya, ia tidak hanya membahas permasalahan Fiqih dan kerumitannya, melainkan mewarnai bimbingannya dengan nasehat-nasehat mulia dari Hadits-hadits Rasul saw dan ayat Alqur’an dengan Amr Ma’ruf Nahi Munkar, dan lalu beliau memperlengkap penyampaiannya dengan bahasa Sastra yang dipadu dengan kelembutan ilahi dan tafakkur penciptaan alam semesta, yang kesemuanya di arahkan agar masyarakat menjadikan Rasul saw sebagai idola, maka pengunjung semakin padat hingga ia memindahkan Majelis dari Musholla ke musholla, lalu Musholla pun tak mampu menampung hadirin yang semakin padat, maka beliau memperluas jaringan Majelisnya dari Masjid ke Masjid secara bergantian.

Timbul Permintaan

Mulailah timbul permintaan agar Majelis ini diberi nama, Ustadz dengan polos menjawab, “Majelis Fathul Hidayah?”, Karena memang nama Musholla Fathul Hidayah lah tempat dimana perjuangan beliau dimulai.

Majelis kian memadat, maka Ustadz mengambil empat masjid besar yang bergantian setiap malam selasa, yaitu masjid Al Hidayah Jengglong, Masjid Al Huda Jengglong, Masjid At- Taqwa Waru dan tentunya Basis Majelis di Musholla Fathul Hidayah Jengglong yang juga merupakan sekretariat majelis. Kini, Semakin tambah dan luasnya jamaah majelis ke berbagai daerah, maka majelis ini dengan restu sang ustadz meningkatkan metode dakwahnya melalui jaringan canggih internet yang dapat diakses kapan dan dimana saja dengan alamat http://majelisfathulhidayah.wordpress.com/


Alamat : Jengglong, Waru, Kebakkramat, Karanganyar, Surakarta, Indonesia 57762

Email : [email protected]

Sumber : http://majelisfathulhidayah.wordpress.com