KH M Mubassyir Mundzir

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

Beliau adalah pendiri Pondok Pesantren Tahfidhul Qur-an Ma'unah Sari, sesuai dengan nama yang disandangnya,Pesantren ini adalah merupakan suatu Lembaga Pendidikan yang menyediakan program menghafalkan al-Qur-an (bil-Ghaib), disamping juga tersedia program pengajian Al-Qur-an Bin-Nadhar (tidak menghafal).

KH MUHAMMAD MUBASSYIR MUNDZIR

Harapan

Pesantren ini diharapkan mampu menelorkan alumnus-alumnus yang merupakan generasi-generasi penghafal Al-Qur-an,yang berjiwa dan berakhlaq Qur-any atau dengan kata lain, insan hafidh al-Qur-an, lafdhan wa ma'nan wa 'amalan. Dari berbagai sumber informasi yang ada, Pesantren ini didirikan pada tahun 1967 oleh KH.M.Mubassyir Mundzir, seorang ulama kharismatik dan terkenal pada masa itu. Pada awal berdirinya, Pesantren ini lebih mengkhususkan diri pada bidang Tashawwuf, terutama peng-'Istiqomah'-an sholat berjamaah dan wirid/dzikir. Hal ini berjalan kurang lebih selama lima tahun. Pesantren inipun pada saat itu hanya menerima santri Putera.

Menikah

Barulah, pada tahun 1973, setelah beliau menikah, Pesantren ini menerima santri puteri. Dan mulai pada tahun itu pula, Pesantren ini mulai membuka Program Pengajian Al-qur-an Bil-Ghoib (hafalan). Hal ini adalah karena isteri beliau,ibu Nyai Hj.Zuhriyyah adalah merupakan seorang Hafidhah(penghafal) Al-Qur-an.Lebih dari itu, beliau juga merupakan puteri dari Ulama terkenal, KH.Munawwir Krapyak Jogjakarta,yang selain seorang Hafidh, juga termasyhur sebagai Perintis Pesantren Tahfidh al-Qur-an di Indonesia, seorang kampiun dalam bidang Ilmu-Ilmu Al-Qur-an dan seorang ahli Qira-ah Sab'ah.

Waktu

Seiring dengan berjalannya sang waktu, Pesantren Ma'unah Sari pun terus berkembang, baik dari segi jumlah santri, program pengajian, dan juga lingkungan pendidikan yang semakin representatif.Namun begitu,khusus untuk Pengajian Al-Qur-an bil-Ghaib, masih terbatas pada kalangan Santri Puteri, dibawah asuhan Ibu Nyai Hj. Zuhriyyah Mundzir.

Wafat

Pada tahun 1989,muassis (pendiri) Pesantren, KH. M. Mubasyir Mundzir wafat. Dengan iringan tangis pilu para santri dan khalayak masyarakat yang merasa sangat kehilangan, beliau dimakamkan di belakang masjid Pesantren Ma'unah Sari.

Wasiat

Sebelum wafat, karena beliau tidak dikaruniai putera, beliau telah memberikan wasiat yang berkaitan dengan regenerasi Pengasuh Pesantren. Dan sesuai dengan wasiat beliau, yang disaksikan oleh Ulama-ulama sepuh, tongkat estafet Pengasuh diamanatkan kepada K. R. Abdul Hamid Abdul Qadir yang saat itu dikenal dengan sebutan Gus Hamid. Beliau adalah putera dari KHR.Abdul Qadir Munawwir, Krapyak, kakak dari Ibu Nyai Hj.Zuhriyyah.

Keponakan

Dengan kata lain, K. R.Abdul Hamid adalah keponakan Ibu Nyai Hj.Zuhriyyah Mundzir. Dan dengan demikian,tercapailah cita-cita dari Pendiri,yang menginginkan Pesantren yang didirikannya kelak tumbuh dan berkembang menjadi tempat bagi para santri yang ingin menghafal Al-Qur-an. Hal ini adalah karena Kyai Abdul Hamid juga merupakan seorang penghafal Al-Qur-an (Hafidh) dan menguasai pula Qira-ah Sab'ah.


Sumber: http://sarkubalfaqiir.blogspot.com