KH Achmad Badjuri

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

KH Achmad Badjuri
Pengasuh / Pendiri Pondok Pesantren Ma,dinul Ulum Campurdarat

Sekilas Biografi

Beliau dilahirkan di Desa Campurdarat Tulungagung pada tahun 1938 M .oleh seorang ayah H. PUSLAN Bin Haji Thohir dan seorang ibu Hj. SULMI Binti JAYADI. Beliau anak yang kesebelas dari sebelas orang bersaudara. Pada tahun 1945 m. beliau masuk sekolah dasar dan bertepatan kemerdekaan Negara Rebublik Indonesia .Dengan adanya peritiwa pemberontakan PKI. Madiun 1948 .dan agresi belanda tahun 1949, Maka kegiatan sekolah tergangu sehinga beliau tamat sekolah tahun 1953 m. pada waktu masih sekolah- dasar , beliau juga mendalami di siplin ilmu baca Alquran .dalam hal ini beliau mengaji kepada sesepuh Campurdarat ,diantara nya:

  • 1.Almarhum Bapak Kyai SODIQUN
  • 2.Almarhum Bapak Kyai Haji UMAR
  • 3.Almarhum Bapak Kyai Haji ZAINI

Beliau juga tabarukan pada Almarhum Assyek Al'allamah Azzahid Hadrotussyek KH. DIMYATI Campurdarat ( Beliau ini kakak kandung dari ibu Hj. Sulmi).


Menuntut Ilmu

Pada Tahun 1945 M. Beliau berangkat mencari ilmu ke Pondok Pesantren , pertama beliau Mondok di Pondok Sumbergayam Jajar Kabupaten Trenggalek Yang diasuh Oleh :

  • 1)Assyekh Al 'alamah Alwaro ‘ Aljuud Mbah Kyiai BADRUDDIN
  • 2)Assyekh Al 'alamah Al 'ilmi Tauhid Mbah Kyiai ABI SUJAK atau Mbah Kyiai DARWI
  • 3)Assyekh Al' alamah Fil Ilmi Tasawwuf Mbah Kyiai MAHFUD

Setelah dua setengah tahun di sana karena Mbah Kyai Badruddin wafat , maka Beliau oleh Mbah Kyai Darwi diperintah untuk pindah kePondok Pesantren Sidorangu, Krian Sidoarjo yang diasuh oleh Assyekh Al 'alamah Azzahid Aljuud Shohibul karomah Walfadilah Al-Kabiroh Kyiai SAHKLAN , untuk belajar Ilmu HAL.( Ilmu Tingkah laku ). Sesudah dua setengah tahun berguru disana terdorong oleh perasaan ingin meningkatkan materi pelajaran , maka beliau pindah kePondok Pesantren Berasan Banyuwangi , Yang diasuh Oleh :

  • 1.Assyekh Al alamah Alwaro Shohibul karomah wal fadhilah Kyiai Haji ABDUL MANAN
  • 2.Assyekh Al alamah Alwaro Shohibul karomah wal fadhilah Kyiai Haji ISKANDAR

Beliau juga tabarukan pada Almarhum Assyekh Al'allamah Azzahid Hadroyus syekh KH. DIMYATI Campurdarat belia ini kakak kandung ibu Nyai Hj. Sulmi).

Sesudah dua setengah tahun disanah disana karena Kyai Mbah Bahruddin Wafat maka beliau oleh Mbah Kyai Darwi dipeintahkan dan dianjurkan untuk memperdalam ilmu agama lagi ke Pondok Pesantren SIDORANGU, KRIYAN, Sidoarjo yang diasuh oleh Asyekh Al'Allamah Zaahid Al Juuhud Sohibul Karomah Wal Fadilah Al Kabiroh Kyai Sahlan untuk belajar ilmu hal ( ilmu Tingakah Laku /Tasyawuf ). Sesudah dua setengah tahun berguru di sana terdorong oleh prasaan ingin meningkatkan materi pelajaran maka beliau melanjutkan mengaji ke Pondok Pesantren BERASAN BANYUWANGI yang diasuh oleh :

  • 1.Assyeh Al’alamah Alwara’ Shohibul Karomah Wal Fadillah Kyai Haji ABDUL MANAN
  • 2.Assyeh Al’alamah Alwara’ Shohibul Karomah Wal Fadillah Al Kabiroh Kyai HajiISKANDAR

Di sana beliau mengaji kitab Tafsir Jalalaine dan Al Qur’an Nul Karim Kepada HADRATUSSYEKH KYAI HAJI ABDUL MANAN. Dan kitab Ihya’ Ulumuddin kepada HADRATUSSYEKH KYAI HAJII ISKANDAR.

Dengan modal pengetahuan yang sudah beliau peroleh maka semakin tinggi hasrat beliau untuk meningkatkan pengetahuan. Untuk itu beliau lalu melanjutkan memperdalam Ilmu agama KePondok Pesantren KAJEN Tempat di BULU MANIS JUWONO PATI Jawa Tengah yang diasuh oleh Asyeh Al’alamah Alwara’ Shohibul Karomah Fil Ilmi Manteq Wal Badi, Wal Bayan KH .ABDUL HAQ. Disana beliau mendalami Ilmu :

  • 1.lmu manteq( Imu Logika )
  • 2.Ilmu Balaghoh ( Jawahirul ma’nun)
  • 3.Ilmu Usul Fiqih

Yang semuanya itu beliau tempuh dalam jangka waktu satu tahun. Hadrotus syekh KH. AHMAD BAJURI pernah mengaji dan mempelajari Ilmu Hisab (Ilmu Falak) Kepada KH. MAHFUD Pengasuh Pondok Pesantren Ambulu Kabupaten Jember. Tak kurang dari 6 Bulan beliau disiplin Ilmu hisab dibawa bimbingan KH. MAHFUDZ yang 'allamah itu.

Karena semakin tingginya hikmah Hadrotussyekh untuk mendalami Agama sedalam-dalamnya,maka pada tahun 1960 M. Memperdalam ilmu agama di Pondok Pesantren Tertek Pare Kediri yang di asuh oleh Assyekh Al'allamah Fil'ilmi Hadist Wal Hafidzil Qur'an Kyai ZUAINI ,di sana beliau mengaji kitab –kitab Hadist.

Setelah selesai mengaji Kitab – kitab Hadist tepatnya pada tahun 1963 M. Hadrotussyekh masuk pondok Toreqoh, Kauman Tulungagung yang diasuh oleh Assyekh Al,allamah Wal Fadillah Kyai Haji Mustakim Husin untuk Bai,at Toreqoh syadaliyah wal qodiriyah.

Di dalam mencari Ilmu, beliau senantiasa mengalami berbagai cobaan, namun didalam menghadapinya dengan tabah, meskipun krisis ekonomi, berbagai kesusahan beraneka ragam keprihatinan adalah teman beliau pada waktu menimba Ilmu. Seringkali sewaktu beliau menimba Ilmu di berbagai Pondok Pesantren mengalami kehabisan bekal, namun dihadapinya dengan tegar tanpa memperlihatkan kesusahan yang menggangu peroses belajar berkat ketabahan, ketekunan, dan keiklasan serta birulwalidan kepada kedua orang tua yang dilakukan, dalam waktu yang relatif singkat beliau dapat menguasai materi - materi pelajaran yang disampaikan guru-guru beliau.

Pada masa – masa belajar, Hadroyus syekh sangat beminat mendalami bebagai macam disiplin Ilmu, akan tetapi yang beliau gemari adalah cabang aqidah, syari’ah dan kususnya Ilmu tasawuf. Dalam bidang tasawuf beliau sangat menguasai dan menjiwai, sehingga pada waktu membacakan kitab Bidayatul Hidayah karya Al Ghozali dan Kifayatul Atqiya’, seakan - akan tanpa melihat teknya, karena sepertinya beliau sudah hapal, begitu juga ketika membacakan kitab Hikam karya Syekh Al’-arif Billah Ahmad Bin ’Atho’illah Assakandari ,beliau dengan jelas mentasawurkan atau menerangkan dan mudah menerima.

Lagi - lagi cobaan Hadratus Syekh pada waktu mondok ,pernah mengalami kekurangan bekal,yang sehinga untuk beberapa waktu beliau harus makan tiwul atau karak ,tapi beliau tetap tegar dan tabah (nerimo ing pandum). Dalam mencari ilmu Hi'mah Hadrotus Syekh sangat banyak, derasnya godaan , susahnya ekonomi, serta badai cobaan yang bagai manapun tidak menjadi persoalan, tetesan keringat dan lemahnya fisik tak menjadi masalah, asal keinginan belajar dapat terpenuhi, itulah perinsip beliau pada waktu itu, dan setiap khatam mengaji beliau selalu memberi shodaqoh atau bisyaroh semampunya kepada Kyai atau guru yang mengajar, meski harus menabung setiap harinya. Begitulah perjalanan pengembaraan Hadroyus Syek KH Shohibul Karomah Wal Fadilah Kyai Haji Ahmad Bajuri, dalam mencari ilmu dengan segala suka dan duka.


Pernikahan dan Keluarga

Pada usia 25 tahun, tepatnya pada tahun 1963 M beliau menjalankan sunnah rosul yaitu tazzawud dan oleh Allah beliau dianuhgerai dua orang istri. Istri yang pertama bernama Hj. MUSLIHAH BINTI HAJI AHMAD SALAM. Dari desa Jengles Pare kediri yang di karuniai Putra – Putri 6. .

  • 1. IBNU MUDZIR ( meninggal usia 7 hari ) 4. DEWI SAUDAH ( hafidoh )
  • 2. ALI MUBAROK 5. H. ALI MUST’AIN
  • 3. ANIS ROHILLAH ( meninggal usia 6 tahun ) 6. ALI IMRON

Dan istri Kedua bernama Hj. NAMLATUS SHOLIHAAH BINTI HAJI SHOLEH dari desa Campurdarat. Di karuniai anak. 5.

  • 1. Drs H. ALI MA’DUM
  • 2. H. ALI M’ASUD SH
  • 3. LAILATUL ISTIFAIYAH ( hafidoh )
  • 4. SITI ROHMAH
  • 5. ALI MASJKUR, ST


Merintis Pondok Pesantren

Selama masih ada kesempatan, bagaimana punjuga harus digunakan untuk menimbah ilmu itulah perinsip Hadroyus syekh Kh. Ahmad Bajuri. Tapi beberapa kyai sekaligus sebagai sang guru, minta agar beliau menyudai mondok dan supaya mendirikan pondok pesantren, karena sudah dianggap mampu mengembangkan ilmunya diasyarakat.

Adapun para guru yang memerintah ialah.

  • 1. ALMARHUM MBAH KYAI DIMYATI dengan kata – kata kinayahnya, karena Mbah kyai DIMYATI

termasuk khowariqul’adah.

  • 2. ALMARHUM MBAH KYAI KHOLIL Dawuan Gurah Kediri Mursyid Thoriqoh Naqsabandi

Kholidiyah.

  • 3. AL MARHUM MBAH KYAI Njajar Trenggalek
  • 4. AL MARHUM MBAH KYAI MUSTAKIM HUSIN Tulungagung Mursid Thoriqoh Sadzaliyah

Qodiriyah.

Sebenarnya masyarakat Campurdarat sudah lama menginginkan Hadrotus syekh KH. AHMAD BAJURI segera pulang dan mengembangkan ilmunya di masyarakat. Maka dengan taat perintah guru dan memenuhi perintah masyarakat, beliau menyelesaikan mondok dan Riyadhoh sekaligus melak sanakan perintah guru.

Sebagai realisasi dari amanat para guru tersebut, mula – mula beliau beserta masyarakat sekitar membuat musollah kecil yang atapnya terbuat dari rumput alang – alang dan dindingnya dari anyaman bambu sedangkan tiangnya dari bambu ori untuk peribadatan dan menampung penduduk yang ingin mengaji. Baru tiga tahu kemudian, tepatnya pada tahun 1965 M beliau membangun musollah tersebut menjadi sebagian tembok dan sebagian lainya dari anyaman bambu ( kloneng ) yang bahan materialnya beliau dapat dari rumah kedua orang tuanya yang telah diberikan kepada beliau, supaya dijadikan musollah.

Untuk mengisi kegiatan musollah, selain mengaji beliau juga mendirikan Jam’iyah Thoriqoh, manaqib dan Jamiyah Al berjanji. Berhubung pada tahun 1965 M beliau di minta oleh Organisasi kemasyarakatan untuk menjadi SYURIYAH di Campurdarat, maka untuk melengkapi dan menjalankan program NU beliau mendirikan Madrasah Wajib Belajar ( MWB) pada tahun 1968 M. Yang sekarang menjadi MI, dengan persamaan SD. Khusus pada bidang keagamaan beliau ingin mencetak kader – kader Ulama’ yang akan meneruskan perjuangan Rosululloh SAW di masa mendatang, maka dari itu beliau mendirikan madrasah diniyah sehinggah pada tahun 1969 M sudah mempunyai siswa kurang lebih 600 siswa. Dari hari kehari, perkembangan siswa dan jama’ah semakin bertambah, maka dirasa perlu membenahi segalah sesuatunya. Untuk itu tepatnya pada tahun 1977 M beliau merehab Musolla yang semula terdiri dari sebagian tembok dan sebagian anyaman bambu, menjadi bangunan permanen dari tembok dengan ukuran 10 x 7 m.

Selang satu tahun kemudian, datanglah santri dari luar daerah, karena semakin hari semakin bertambah,maka mulai saat itulah dibangun pondokan untuk menampung santrin yang datang dari luar daerah ,hinga pada tahun 1979 M.beliau membangun gedung madrasah yang terdiri dari dua lokal dengan ukuran 14x 6m ,karena sarana yang sudah ada tidak memadahi lagi , mulai saat itulah perkembangan pondok pesantren semakin pesat bahkan dapat dikatakan stabil ,karena jumlah santri dan fasilitas gedung semakin bertambah .dan untuk meningkatkan kwalitas satri ,pada tahun 1985 M hinga tahun 1985 M.beliau telah membacakan beberapa kitab di antaranya:

  • 1. Shoohih Bukhori ( Hatam satu tahun )
  • 2. Shohih Muslim ( Hatam satu tahun )
  • 3. Sunan Abi Dawud ( Hatam satu tahun )
  • 4. Ihya,Ulumuddin ( Hatam satu tahun )
  • 5. HIKAM ( HATAM Satu tahun )


Menunaikan Ibadah Haji

Sebagai seorang muslim yang setia kepada agama ,sudah barang tentu keinginan untuk menyempurnakan rukun islam ke lima ,begitu juga Hadrotussyeh Shohibul Kharomah Walfadilah KH.ACHMAD BADJURI . Beberapa keinginan itu terpemdam dalam hati ,menanti adanya kesempatan .Baru setelah menghatamkan kitab Ihya,Ulumuddin ,beliau dapat menjalankan ibadah Haji ke tanah suci ,sebab tanpa diduga sebelumnya ,pada tahun 1990 M.Beliau di minta oleh bapak Bupati Tulungagung ,yaitu Bapak SYAIIFUDDIN SA'ID untuk menjadi pembibing haji [T P H D ].


Pembangunan Masjid

Selang satu tahun sepulang dari tanah suci tempatnya pada tahun 1991 M beliau di perintahkan Syekh Habib Ahmad Al 'Mukhdor sebagai sang guru supaya membangun masjid,dengan di beri bekal batu merah sebanyak 70.000 Buah. Berkat do'a Hadrotussyeh Shohibul Kharomah wal fadilah Habib Ahmad Al'muldror juga ridho Allah SWT, pembangunan masjid dapat di selesaikan berikut menaranya dalam jangka dua tahun ,dengan menelan biaya; -Rp 60.000.000.-


Masjid di bangun di atas tanah 20x 18 m .dengan menelan biaya –Rp 60.000.000. Semua itu dapat terwujud karena ridho Allah SWT.dan semangat pengabdian juga keiklasan hati serta ketaatan Hadrotussyekh kepada sang guru yaitu Syekh Habib Ahmad All-Mukhdror Bendilwungu Ngunut Tulungagung.

NAMA-NAMA GURU KH.ACHMAD BADJURI 1.Assyekh Al’alamah fil.ilmi fiqih wa tasawwuf wa tauhid wal ,alqur,an Mbah Kyai Babruddin Njajar durenan Trenggalek .
2.Assyekh Al’alamah fil’ilmi Tasawwuf Watauhid wal Quran Mbah Kyai Mahfudz Njajar Trenggalek
3.Assyekh Al’alamah Dzul karomah fi,illmi Hal Mbah Kyai Sahlan Sidorangu Krian
4.Assyekh Al’alamah Dzul karomah fi,illmi Hal Mbah Kyai Ilyas.
5.Assyekh Al’alamah Dzul karomah fi'illmi Hal Mbah Kyai Abdul Manan Manan Berasan Bayuwangi. 6.Assyekh Al’alamah Dzul karomah fi'illmi Hal Mbah Kyai Iskandar Berasan bayuwangi.
7.Assyekh Al’alamah Dzul karomah fi'illmi hisab Hal Mbah Kyai Mahfud Ambulu Jember.
8.Assyekh Al’alamah Dzul karomah fi'illmi Manthiq wal bayan wal badi,Mbah Kyai abdul haq Kajen Bulu manis pati jawa tengah .
9.Assyekh Al’alamah Dzul karomah fi'illmi Hadist Syekh Zuwaini Tertek Pare Kediri
10.Assyekh Al’alamah Dzul karomah fi'illmi Thoriqoh Mbah Kyai Haji Mustakim Tulungagung.
11.Assyekh Al’alamah Azzahid Khowairuqul ’adah Mbah Kyai Haji Campurdarat
12.Assyekh Al’alamah Dzul karomah fi'illmi Hal Habib Ahmad Al-Baharun
13.Assyekh Al’alamah Dzul karomah fi'illmi Hal Habib Ahmad Al-Mukhdlor Bendilwungu Ngunut Tulungagung
14.Assyekh Al’alamah Dzul karomah fi'illmi Hal Mbah Yai Kholil Dawuhan Kediri
15.Assyekh Al’alamah Dzul karomah fi,illmi Hal Hizib Mbah Kyai Yusuf Cirebon Jawa Barat
16.Assyekh Al’alamah Dzul karomah fi'illmi Hal Hizib Mbah Kyai Ahmad,dun Dorosemo
17.Assyekh Al’alamah Dzul karomah fi'illmi Hal Hizib Mbah Kyai Haji Siroj.
18.Assyekh Al’alamah Dzul karomah fi'illmi Tauhid Watasawuf Mbah Kyai Darwi Njajar Durenan Trenggalek


Keberhasilan

Dari bekal ilmu beliau peroleh para guru nya tersebut ,beliau mendapat pertonlongan allah dapat menjalankan amanat guru, yaitu mendirikan pondok pesatren salafiyah ,campurdarat, Dengan mendirikan pondok pesatren Ma’dinul’ulum.masarakat sekitar yang pada mulanya belum mengenal pondok pesantren ,seperti daerah pegunungan ,wates gamping ngentrong pakel campurdarat dan sebagainya.akhirnya punya keinginan Untuk mendidik putra putrinya lewat pesantren.dan dahulunya warga Campurdarat belum ada yang hafal Al Quran ,setelah berdirinya Pondok Pesantren Ma’dinul ulum ,pada tahun 1991 M sudah ada empat warga campurdarat yang hafal Al-Quran . Adapun empat orang warga Campurdarat yang telah berhasil hafal Al-Quran ialah
1. Dwi Saudah [putri beliau]
2. Lailatul Agustina [putri menantu beliau]
3. Lailatul Istifa'yah [putrid beliau ]
4. Moch Arifin [putra menantu beliau]


Metode Pelajaran yang Disampaikan

Hadrotussyekh Kyai Ahmad Badjuri ,dalam menyampaikan pendidikan kepada putra-putri dan santrinya dengan system sorogan ( di bacakan dan ditirukan ) bila ada yang salah beliau menegur ,bahkan membenarkanya jika perlu .sebagai tingkat dasar materi yang mula –mula beliau sampaikan adalah membaca Al-Quran , Al Barjanji, Bidayatul Hidayah dan Aqoid lima puluh, setelah pelajaran itu di kuasai baru di tingkatkan kepada pelajaran lain yang lebih tinggi .sampai akhir nya terbentuk Madrasah Diniyah, selain mengajar kepada santri-santri, beliau juga bertablegh kepada masarakat, bahkan beliau sering memberi ceramah atau pengajian kepada jam’iyah Thoriqoh .

Dalam memperjuangkan Agama Allah hi'mah Hadrotussyekh sangat tinggi ,derasnya godaan ,susahnya ekonomi dan adanya cobaan dari luar maupun dari dalam ,tidak menjadi halangan untuk memperjuangkan Agama Allah .Bahkan pada waktu itu rumah beliau masih berupa rumah bambu yang jauh dari standar walaupun demikian tidak.mengurangi semangat juang beliau .

Seiring dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan , Teknologi dan Informasi yang semakin meglobal, dan untuk ikut berperan didalamnya, Yayasan Pendidikan Islam Pondok Pesantren “ MA’DINUL ‘ULUM “ Campurdarat memandang perlu untuk ikut berperan aktif dalam membentuk mental generasi bangsa dimasa mendatang yang Berakhlaq, berbudi luhur dan memiliki mental yang baik serta berpengetahuan luas . Guna mewujudkan peran aktif tersebut diatas YPI Pondok Pesantren “ MA’DINUL ‘ULUM “ dengan Akte Notaris Masjkur ,SH No 7 Tgl 4 Juni 1991 Yang didirikan Hadratus Syeh KH.Ahmad Bajuri mulai Tahun 1968 di Campurdarat dgn santri + 600 santri dan mempunyai beberapa kegiatan antara lain :
1. Pendidikan Formal Taman Kanak – Kanak + PLUS
2. Madrasah Ibtida’iyah ( MI ) PLUS +
3. Madrasah Diniyah Awaliyah
4. Madrasah Diniyah Wustho ( Tsanawiyah )
5. Madrasah Diniyah Aliyah
6. Pengajian Kitab – Kitab Kuning ( Salafiyah )
7. Hafidh Al – Qur’an
8. Pendidikan Ektra ( Ketrampilan ; Komputer, Bhs Inggris, Arab )
9. Pertukangan,Memasak, Elektro, Kerajinan marmer).
10. Koperasi ( Warung / kantin Pondok Pesantren )
11. Sosial( Informasi Komunikasi,Dakwah,Pengabdian Masyarakat ( Radio Komunitas Pesantren MA"DINUL"ULUM" ( MADU FM dengan 8 Jaringannya tersebar di Trenggalek, Ponorogo, Kediri, Blitar ),
12. Pelayanan Kesehatan Pondok Pesantren

Karena tuntutan masyarakat luas yang sudah pulang kerumah dan tetap bersemangat untuk mendengarkan dan mengaji kepada beliau meskipun dari rumah seperti alumni-alumni daerah Trenggalek, Tulungagung, Ponorogo, Kediri sehingga pengajian beliau di siarkan juga lewat media elektronika ( RADIO Pesantren MA"DINUL"ULUM ) di Freq 107.7 Mhz, 96.20 Mhz di daerah Prigi Trenggalek, 100.4 Mhz Didaerah Mojo Kediri dan Trenggalek mulai tahun 1999.

Kitab – Kitab yang di kaji tiap hari ( Ba'da Subuh dan 'Asar )
1. Kitab Minhajul Abidin
2. Kitab. Nashoihud Diniyah
3. Kitab Qisrotul Mi'rot
4. Kitab Arwahul Mauta
5. Kitab Dalail Khoirot
6. Kitab Maudhotul Mu'min


Sumber: http://madufm.multiply.com