KH Achmad Asrori Al Ishaqy ra

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search
Kyai Asrori
Yaiasrori.jpg
Lahir : 17 Agustus 1951 M
Wafat : 29 Desember 2004

Kembali ke Main Page << Nabi dan Penerusnya


KH Achmad Asrori Al Ishaqy ra merupakan putera dari KH Utsman Al Ishaqi Surabaya. Beliau pengasuh PP Assalafi Al Fitrah Kota Surabaya. Kelurahan Kedinding Lor terletak di Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya. Di atas tanah kurang lebih 3 hektar berdiri PP Assalafi Al Fitrah Kota Surabaya yang diasuh KH Achmad Asrori Al Ishaqy ra. Nama Al-Ishaqy dinisbatkan kepada Maulana Ishaq, ayah Sunan Giri, karena KH Utsman Al Ishaqi Surabaya masih keturunan Sunan Giri. Semasa hidup, Kiai Utsman adalah mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Dalam dunia Islam, tarekat Naqsyabandiyah dikenal sebagai tarekat yang penting dan memiliki penyebaran paling luas; cabang-cabangnya bisa ditemukan di banyak negeri antara Yugoslavia dan Mesir di belahan barat serta Indonesia dan Cina di belahan timur. Sepeninggal Kiai Utsman tahun 1984, atas penunjukan langsung Kiai Utsman, Kiai Ahmad Asrori meneruskan kedudukan mursyid ayahnya.

Walaupun tak banyak diliput media massa, namanya tak asing lagi bagi masyarakat Thariqah. Namun demikian, sekalipun namanya selalu dielu-elukan banyak orang, dakwahnya sangat menyejukkan hati dan selalu dinanti, Kiai Asrori tetap bersahaja dan ramah, termasuk saat menerima tamu. Beliau adalah sosok yang tidak banyak menuntut pelayanan layaknya orang besar, bahkan terkadang ia sendiri yang menyajikan suguhan untuk tamu.

Tanda-tanda menjadi panutan sudah nampak sejak masa mudanya. Masa mudanya dihabiskan untuk menuntut ilmu ke berbagai pondok pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kala itu Kiai Asrori muda yang badannya kurus karena banyak tirakat dan berambut panjang memiliki geng bernama “orong-orong”, bermakna binatang yang keluarnya malam hari. Jama’ahnya rata-rata anak jalanan alias berandalan yang kemudian diajak mendekatkan diri kepada Allah lewat ibadah pada malam hari. Meski masih muda, KH Achmad Asrori Al Ishaqy ra adalah tokoh yang kharismatik dan disegani berbagai pihak, termasuk para pejabat dari kalangan sipil maupun militer.

Riwayat Hidup dan Keluarga

Lahir

Hadhrotusy Syaikh KH Achmad Asrori Al Ishaqy ra dilahirkan di Surabaya pada tanggal 17 Agustus 1951.

Wafat

Hadhrotus Syaikh KH Achmad Asrori Al Ishaqy ra wafat pada hari Selasa, 26 Sya’ban 1430 H./18 Agustus 2009 pukul 02:20 WIB.Jenazah Kyai ASRORI dimakamkan sebelum waktu sholat Dhuhur di lingkungan PP Assalafi Al Fitrah Kota Surabaya.

Nasab Keturunan

Jika dirunut, KH Achmad Asrori Al Ishaqy ra memiliki darah keturunan hingga Rasulullah Muhammad SAW yang ke 38. Berikut ini adalah silsilahnya :

1. KH Achmad Asrori Al Ishaqy ra

2. KH Utsman Al Ishaqi Surabaya

3. Surati

4. Abdullah

5. Mbah Deso

6. Mbah Jarangan

7. Ki Ageng Mas

8. Ki Panembahan Bagus

9. Ki Ageng Pangeran Sedeng Rana

10. Panembahan Agung Sido Mergi

11. Pangeran Kawis Guo

12. Fadlullah Sido Sunan Prapen

13. Ali Sumodiro

14. Muhammad Ainul Yaqin Sunan Giri

15. Maulana Ishaq

16. Ibrahim Al Akbar

17. Ali Nurul Alam

18. Barokat Zainul Alam

19. Jamaluddin Al Akbar Al Husain

20. Ahmad Syah Jalalul Amri

21. Abdullah Khan

22. Abdul Malik

23. Alawi

24. Muhammad Shohib Mirbath

25. Ali Kholi’ Qasam

26. Alawi

27. Muhammad

28. Alawi

29. Ubaidillah

30. Ahmad Al Muhajir

31. Isa An Naqib Ar Rumi

32. Muhammad An Naqib

33. Ali Al Uraidli

34. Ja’far As Shodiq

35. Muhammad Al Baqir

36. Ali Zainal Abidin

37. Hussain Bin Fatimah

38. Fathimah Binti Rasulullah SAW.

KH Achmad Asrori Al Ishaqy ra

Menikah

Pada tahun 1989 KH Utsman Al Ishaqi Surabaya menikah dengan Ibu Nyai Dra Hj Moethia Setjawati. Dari pernikahan tersebut, dia dikaruniai dua orang putra dan tiga orang putri, yakni :

a. Siera Annadia.

b. Sefira Assalafi.

c. Ainul Yaqien.

d. Nurul Yaqien.

e. Siela Assabarina.

KH Ahmad Asrori Al Ishaqi ra

Pendidikan

Selama hidupnya, KH Achmad Asrori Al Ishaqy ra pernah mendapat pendidikan secara formal hanya sampai pendidikan SD kelas 3. Hal itu sesuai dengan apa yang diucapkan oleh KH Musyaffa’ yaitu : “Saya pernah bertanya langsung kepada Hadhrotus Syaikh KH Achmad Asrori Al Ishaqy ra tentang sekolah beliau. Kemudian beliau menjawab bahwa dulu beliau pernah bersekolah sampai kelas 3 SD.”

KH Achmad Asrori Al Ishaqy ra pertama kali mengenyam pendidikan pesantren pada tahun 1966 di PP Darul Ulum Mojosongo, Jombang. Pada dasarnya Kiai Ahmad Asrori tidak ingin belajar atau mondok di KH Achmad Asrori Al Ishaqy ra. Dia merasa keberatan ketika ayahnya meminta untuk mondok di KH Achmad Asrori Al Ishaqy ra atau belajar pada KH Romli Tamim Peterongan. Kiai Ahmad Asrori memiliki alasan tersendiri mengapa dia tidak mau belajar di pesantren Darul Ulum. Ketika ayahnya meminta untuk pergi ke pesantren Darul Ulum, Kiai Ahmad Asrori berkata, “saya kalau mondok di Jombang buya (ayah), nanti seperti rumah saya sendiri karena hubungan antara ayah dan Kiai Romli Tamimy sangat baik.” Hubungan antara ayah Kiai Asrori (Kiai Utsman Al-Ishaqy) dan Kiai Romli Tamimy sangat baik karena Kiai Utsman Al-Ishaqy merupakan murid Kiai Romli Tamimy. Putra-putra Kiai Romli Tamimy juga sering ikut Kiai Utsman Al-Ishaqy. Hal itulah yang menyebabkan hubungan mereka sangat baik, bahkan seperti keluarga sendiri.

Keakraban seperti itu yang membuat KH Achmad Asrori Al Ishaqy ra tidak mau belajar pada Kiai Romli Tamim. Dia tidak mau diistimewakan ketika mondok. Dia juga tidak mau dianggap sebagai putra kiai. Kiai Ahmad Ashrori ingin menjadi santri biasa dan dianggap seperti santri-santri yang lainnya. Tetapi, sang ayah tetap mendesak Kiai Ahmad Asrori untuk mondok di PP Darul Ulum Mojosongo, Jombang. Hal itu dikarenakan adanya hubungan keilmuan antara Kiai Utsman Al-Ishaqy dan Kiai Romli Tamimy. Hubungan tersebut adalah hubungan keilmuan tasawuf yang terwujud dalam sebuah Thoriqoh. Pada waktu itu KH Romli Tamim Peterongan adalah Mursyid Thariqah Qodiriyyah Wan Naqsyabandiyyah, sedangkan KH Utsman Al Ishaqi Surabaya adalah muridnya. Dari pertimbangan itulah akhirnya Kiai Ahmad Asrori menuruti kemauan sang ayah. Dia bersedia untuk belajar atau mondok di PP Darul Ulum Mojosongo, Jombang.

Sanad Keilmuan

Sanad Thoriqoh

41. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Ahmad Asrori Al Ishaqi

Bertalqin dan berbai’at dari :

40. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Muhammad ‘Utsman bin Nadiy Al Ishaqi

Bertalqin dan berbai’at dari :

39. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Abi Ishamuddiyn Muhammad Romliy At Tamimimiy

Bertalqin dan berbai’at dari :

38. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Kholil Rejoso

Bertalqin dan berbai’at dari :

37. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Hasbullaah Madura

Bertalqin dan berbai’at dari :

36. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Ahmad Khothib As Sambasiy

Bertalqin dan berbai’at dari :

35. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Syamsuddiyn

Bertalqin dan berbai’at dari :

34. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Murod

Bertalqin dan berbai’at dari :

33. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Abdul Fattaah

Bertalqin dan berbai’at dari :

32. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Kamaluddiyn

Bertalqin dan berbai’at dari :

31. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Utsman

Bertalqin dan berbai’at dari :

30. Al Arif BillaaHh Hadrotusy-syaikh Abdur Rohiym

Bertalqin dan berbai’at dari :

29. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Abu Bakar

Bertalqin dan berbai’at dari :

28. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Yahya

Bertalqin dan berbai’at dari :

27. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Chisamuddiyn

Bertalqin dan berbai’at dari :

26. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Waliyuddiyn

Bertalqin dan berbai’at dari :

25. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Nuruddiyn

Bertalqin dan berbai’at dari :

24. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Zainuddiyn

Bertalqin dan berbai’at dari :

23. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Syarofuddiyn

Bertalqin dan berbai’at dari :

22. Al Arif BillaaHh Hadrotusy-syaikh Syamsuddiyn

Bertalqin dan berbai’at dari :

21. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Muhammad Al Hataki

Bertalqin dan berbai’at dari :

20. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Abdul ‘Aziyz

Bertalqin dan berbai’at dari :

19. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Abdul Qodir Al Jiylani

Bertalqin dan berbai’at dari :

18. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Abu Sa’id Al Mubarrok

Bertalqin dan berbai’at dari :

17. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Abu Hasan Ali Al Hakariy

Bertalqin dan berbai’at dari :

16. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Abul Faraj Al Thurthusiy

Bertalqin dan berbai’at dari :

15. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Abdul Wahid Al Tamimi

Bertalqin dan berbai’at dari :

14. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Abu Bakar As Shibliy

Bertalqin dan berbai’at dari :

13. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Abdul Qosim Junaiyd Al Baqhdadiy

Bertalqin dan berbai’at dari :

12. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Sari As Siqthi

Bertalqin dan berbai’at dari :

11. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Al Ma’ruf Al Karkhi

Bertalqin dan berbai’at dari :

10. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Abul Hasan Ali Ridlo

Bertalqin dan berbai’at dari :

9. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Musa Kadziym

Bertalqin dan berbai’at dari :

8. Al Arif BillaaHh Hadrotusy-syaikh Ja’far As Shodiyq

Bertalqin dan berbai’at dari :

7. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Imam Muhammad Baqir

Bertalqin dan berbai’at dari :

6. Al Arif Billaah Hadrotusy-syaikh Zainul Abiddiyn

Bertalqin dan berbai’at dari :

5. Al Arif Billaah Sayyidina Husain RodliyallaaHhu ‘anhu

Bertalqin dan berbai’at dari :

4. Al Arif Billaah Sayyidina Ali Karromallaahu Wajhahu

Bertalqin dan berbai’at dari :

Sayyidil Mursaliyn wa Habiybi Robbil ‘aalamiyn, Rosul utusan Allaah kepada sekalian kepada Makhluk, yakni Sayyidina Muhammad SAW

3. RosuulullaaHh Muhammad SAW

Bertalqin dan berbai’at dari :

2. Sayyidina Jibril Alaihis-salam

Bertalqin dan berbai’at dari :

1. Allah SWT


Para Guru

Silsilah Keilmuan dari para Imam

Penerus Beliau

Murid

Keturunan

Jasa dan Karya Beliau

Beliau mendirikan pesantren PP Assalafi Al Fitrah Kota Surabaya, sebuah pesantren dengan sistem klasikal, yang kurikulum pendidikannya menggabungkan pengetahuan umum dan pengajian kitab kuning. Ia juga menggagas berdirinya Majelis AL KHIDMAH, sebuah majlis yang sebagian jamaahnya adalah pengamal tarekat Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Majelis AL KHIDMAH ini menarik karena sifatnya yang inklusif, ia tidak memihak salah satu organisasi sosial manapun.


Kisah Teladan Beliau

Di dalam memimpin thoriqoh ini, beliau mengambil posisi netral, dalam artian tidak terikat dengan oraganisasi politik manapun, sebab di zaman orde baru tarekat qodiriyah wa naqsyabandiyah sempat terbelah ada Tarekat Rejoso Jombang yang di bawah pimpinan KH Musta'in Romli yang merapat ke Golkar, Tarekat Cukir Jombang di bawah pimpinan KH Adlan Aly yang merapat ke PPP dan Tarekat Kedinding Lor di bawah asuhan Kyai Asrori memilih posisi netral. Karena sifat netralnya secara politik ini, maka Thoriqoh Kedinding Lor di bawah asuhan Kyai Asrori memiliki hubungan dan jaringan yang luar biasa banyak dari berbagai kalangan baik dalam negeri maupun manca negara seperti Malaysia, Brunei, Singapura dll.

Selain itu, pola dakwahnya yang sederhana, suaranya yang merdu seakan menyentuh relung-relung jiwa yang mendengarnya. Dalam setiap memberikan wejangan kepada jamaahnya, KH Achmad Asrori Al Ishaqy ra selalu menggunakan rujukan Kitab Nasoihul Ibad karya Syekh Nawawi al Bantani, Al-Hikam karya Imam Ibnu 'Atho`illah dan lain-lain. Selain pengajian yang lebih banyak mengupas masalah Tasawuf, Kyai Asrori juga sering juga menyisipkan masalah fikih sebagai materi penunjang. Seorang ulama asal Ploso Kediri Jawa Timur, Kyai Nurul Huda pernah bertutur, "sulit mencari ulama yang cara penyampaiannya sangat mudah dipahami oleh semua kalangan dan doanya sanggup menggetarkan hati seperti Kyai Asrori". Hal yang sama juga pernah di sampaikan oleh Kyai Abdul Ghofur, seorang ulama asal Pekalongan Jawa Tengah, "Kyai Asrori seorang figur yang belum ada tandingannya, baik ketokohannya maupun kedalaman keilmuan dan spiritualnya.

Thoriqoh yang diajarkan oleh Kyai Asrori memang dirasakan berbeda dengan Thoriqoh atau mursyid-mursyid lain pada umumnya. Jika kebanyakan para mursyid setelah membaiat kepada murid baru, untuk amaliyah sehari-hari diserahkan kepada murid yang bersangkutan di tempat masing-masing untuk pengamalannya, tidak demikian dengan Kyai Asrori. Beliau sebagai Mursyid Thoriqoh [[[Qodiriyah Naqsyabandiyah al-Utsmaniyah]] memiliki tanggung jawab besar, yakni tidak sekedar membaiat kepada murid baru kemudian tugasnya selesai, akan tetapi beliau secara terus menerus melakukan pembinaan secara rutin melalui majelis khususi mingguan, pengajian rutin bulanan setiap Ahad awal bulan Hijriyah dan kunjungan rutin ke beberapa daerah.

Untuk membina jamaah yang telah melakukan baiat, khususnya di wilayah Jawa Tengah, bahkan KH Achmad Asrori Al Ishaqy ra telah menggunakan media elektronik yaitu Radio Siaran untuk penyebaran dakwahnya, sehingga murid-muridnya tidak lagi akan merasa kehilangan kendali. Ada lima radio di Jawa Tengah yang di milikinya setiap pagi, siang dan malam selalu memutar ulang dakwahnya Kyai Asrori, yakni Radio Rasika FM dan W FM berada di Semarang, Radio Citra FM di Kendal, Radio Amarta FM di Pekalongan dan Radio Suara Tegal di Slawi.

Radio-radio inilah yang setiap harinya mengumandangkan dakwahnya yang sangat khas dan disukai oleh banyak kalangan, meski mereka tidak atau belum berbaiat, bahkan ketemu saja pun belum pernah, toh tidak ada halangan baginya untuk menikmati suara merdu yang selalu mengumandang lewat acara istighotsah di awal buka dan akhir tutup siaran radio. Kemudian juga dapat didengar lewat Manaqib rutin mingguan dan bulanan serta acara-acara khusus seperti Haul Akbar yang pernah di adakan di Kota Pekalongan beberapa waktu yang lalu disiarkan langsung oleh tiga radio ternama di Kota Pekalongan dan Batang.

Karomah Kewalian

profil Bukti Karomah KH Ahmad Asrori Al Ishaqi ra


Berbagai Sumber