KH Abdullah Schal Bangkalan

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

Beliau adalah salah satu ulama kebanggan masyarakat Bangkalan yang andhap ashor atau tawadhu, Dulu ketika terjadi kerusuhan dan musibah yang mengandung unsur SARA di suatu daerah di kalimantan, beliau adalah kiai yang kata-katanya didengar oleh masy.bangkalan pada khususnya dan madura pada umumnya, beliau juga yang menenangkan sebagian kecil masyarakat madura yang hendak melakukan pembalasan dendam beliau dengan bijak menyuruh untuk tidak melakukan balas demdam tsb, karena sungguh akan merusak persatuan dan kesatuan Bangsa, merugikan kedua-belah pihak dan menyerahkannya semua nya kepada Allah tuhan semesta alam dan untuk tidak main hakim sendiri,

TS pribadi mendapatkan amalan yang diijazahkan oleh beliau hizib alquran untuk menunaikan hajat2 penting , dengan bertawassul memakai amal sholeh dengan menghatamkan alquran dalam jangka waktu selama 6 hari.

Ts juga sangat senang dengan ceramahnya karena beliau termasuk orang alim terutama dalam masalah fiqh dan tasawuf. KH Abdul Karimselama masa mudanya pernah mondok disidogiri pasuruan dimana tempat kakek buyutnya (mbah yai kholil) pernah mondok. Selama mondok tersebut beliau pernah muthala’ah kitab kuning sampai 3 hari 3 malam karena saking merasa asyiknya dan hanya istirahat jika waktu sholat saja.

Kecintaan beliau terhadap ilmu agama dan pondok sidogiri sebagai tempat beliau menuntut ilmu bisa dilihat dari kejadian berikut, beliau mempunyaai seorang puteri yang dimondokkan di banat puteri ponpes sidogiri pasuruan, suatu ketika putri beliau sakit dan merasa tidak betah dan kemudian pulang ke ponpes demangan barat bangkalan.

Ketika kiai mengetahui hal tersebut (pulangnya puterinya ke rumah) beliau sangat marah kepada puterinya sambil berkata;

“SUNGGUH SAYA LEBIH SUKA MEMPUNYAI PUTERI YANG SAKIT DAN MATI (SYAHID) DALAM MENUNTUT ILMU AGAMA(DISIDOGIRI)”

Beliau adalah orang yang do’anya di ijabah oleh Allah / mandih pangocep (bhas.madura) / apa yang di katakannya terjadi atas izin Allah. Hal ini bisa kita lihat dari kisah di bawah ini:

Suatu ketika beliau berada di ndalem pondok dengan diteman khadam yang sekaligus santrinya, kebetulan dihari yang cerah dimusim kemarau angin bertiup tenang , cuaca yang mendukung inilah biasanya yang dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk menghibur diri dengan berbagai macam aktivitas salah satunya aktivitas menghibur diri dengan bermain layangan.

Kiai yang sedang santai merasa merasa penasaran dengan keramaian di dekat pondok yang ternyata banyak orang yang sedang bermain layangan.

Dan Beliaupun akhirnya memanggil khadamnya.

Kiai : “Wahai santri coba kamu lihat diluar pondok mengapa terdengar ramai sekali.?

Santri :” Enggi (iya) Kiai.

Dan dengan patuh sang khadam meninggalkan kiai pergi keluar untuk mengecek langsung atas keramain yang terjadi di luar.

Selang Tidak lama kemudian sang santri kembali mengahadap kiai.

Kiai :”Wahai santri ada apa diluar yang kamu lihat sehingga terdengar ramai”

Santri :“Kiai di Luar sedang ramai karena banyak orang bermain layangan”.

Kiai :”O bermain layangan”

Santri :”Enggi Kiai, tapi mereka bermain layangan sambil melakukan taruhan (berjudi) kiai”

Kiai :”O Mander Tak EpaDeddieh’

(Beliau Berdo’a Semoga judi taruhannya orang-orang yang bermain layangan oleh Allah berhentikan, setelah berdo’a sebentar santrinya pun di panggil)

Kiai : “Wahai santriku sekarang kamu perhatikan lagi apakah mereka masih tetap bermain layangan sambil taruhan”

Santri :”Enggi Kiai

(sang santri dengan patuh kembali keluar untuk kedua kali untuk mengecek apakah mereka masih melakukan aktivitas taruhan ataukah sudah berhenti)

Dan selang tak berapa lama beliau kembali lagi menghadap kiai dengan penuh rasa keheranan beliau menceritakan.

Santri :”Sungguh aneh kiai mereka orang yang melakukan taruhan semuanya berhenti, tatkala dan bersamaan ketika kiai berdo’a tiba-tiba muncul angin yang sangat kencang entah dari mana asalnya yang menerbangkan semua layang2 peserta (putus) sehingga mereka mau tidak mau harus berhenti menerbangkan layangan.

(Ketika Allah mencintai seorang hamba maka Allah memerintahkan Malaikat Jibril untuk mengumumkan berita gembira ini untuk seluruh mahluk penghuni bumi dan langit kecuali dari kalangan bangsa manusia dan jin yang terhijab darinya. Sungguh bagi orang orang yang dekat dengan Allah perkataannya akan di dengar oleh Mahluk-mahluq Allah yang dilangit, di lautan ataupun dibumi, termasuk tentara-tentara Allah yang bernama Angin yang menggagalkan ajang judi atau taruhan seperti kisah diatas . Dulu kakak beliau Alm.KH Fahrurrozi ketika terjadi hujan deras di tempat diselenggarakannya musyawarah NU di bangkalan madura, beliau berdo’a kepada Allah dan hujanpun menyingkir dari area musyawarah dan turun di diluar area musyawarah.

Sumber: http://zulfanioey.blogspot.com