KH Abdul Djabbar

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

KH Abdul Djabbar dilahirkan pada tahun 1241 H.Ayah beliau, Kadiyun masih keturunan Sultan Hadiwijaya alias Jaka Tingkir. Nama kecil beliau adalah Abidin yang oleh lidah jawa diucapkan menjadi Ngabidin.

Setelah mengundurkan diri dari pekerjaannya pada kantor Kabupaten Sidayu, beliau pergi ke Sidoarjo, tepatnya di Desa Ngelom Sepanjang untuk menuntut ilmu.. Setelah cukup menuntut ilmu beliau pun kembali dan menikah dengan Mbah Nursimah, putri Kyai Idris, Kebondalem Bourno Bojonegoro.

Mereka berdua kemudian mengarungi kehidupan berumah tangga dengan keluar masuk hutan rimba di daerahnya dengan pakaian yang sama, tanpa merasa khawatir ataupun takut. Bersama istri beliau, kemudian beliau membuka sebidang tanah yang masih berupa hutan kecil penuh dengan semak belukar serta pepohonan yang besar dan tinggi di tengah-tengah Desa Sembungan Kidul Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur (+ 40 km arah barat laut Kota Surabaya).

Setelah beliau berhasil membuka dan membersihkan daerah itu, didirikanlah sebuah rumah yang sederhana untuk tempat tinggal sebagai suami istri. Selang beberapa tahun kemudian mereka berdua kemudian menunaikan ibadah hajinya dan baru pulang setelah dua tahun. Sekembalinya dari Mekah beliau mendirikan sebuah langgar dan tiga kamar tempat mengajar putra-putrinya serta penduduk sekitarnya.

Pada tahun 1907 M. bertepatan dengan tahun 1325 H. KH Abdul Djabbar berpulang ke Ramatullah dala usia 84 tahun.