Habib Muhammad bin Hasan

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

AL-HABIB MUHAMMAD BIN HASAN Jamalullail (Pembagi Malam) 750-854 H

۞ Nasab, Gelar Dan Kelahiran

Bernama Muhammad bin Hasan Al-Mu'allim bin Muhammad Asadullah bin Hasan At-Turaby bin Ali bin Al-Faqih Al-Muqaddam, adalah seorang guru besar, lebih dikenal dengan panggilan "Jamalullail" atau "Syebeh". Ialah seorang pemuka agama, dilahirkan di kota "Tarim al- Ganna" pada tahun "750" Hijriyah. Adapun sebab gelarnya dengan "Jamalullail", karena beliau selalu sembahyang dua roka'at sesudah tahajud dan shalat witir, kemudian terbitlah fajar, seolah-olah fajar terikat dengan salamnya. Kadang-kadang beliau membaca Al-Qur'an semalam suntuk, karena itu beliau diberi gelar "Jamalullail"; karena beliau membagi malam beberapa bagian, Sebagian Masyaikh berkata : "Gelar tersebut karena beliau membagi malam dan siang untuk menghidupkannya dengan ibadah diwaktu tertentu".

Sejak kecil beliau menghafal Al-Qur'an dengan gigih, belajar dan menemani ayahnya. Hingga memiliki seorang guru yang memiliki banyak murid, beliau juga mendidik para salikin (orang-orang yang berjalan menuju Allah Swt), serta menuaikan faedah dan hikmah kepada mereka.

۞ Sosok Kepribadian

Beliau seorang sosok yang pemurah, mengutamakan orang lain dan memiliki jiwa social yang tinggi. Allah SWT telah mengisi hati mereka yang mendengar perkataan beliau dengan cinta dan ketaatan karena kharisma yang tertanam dalam dirinya. Beliau menjauhkan diri dari dunia, itu terlihat dari kejuhudannya, penampilannya serta kerendahan hatinya. Beliau istiqomah ibadah di siang dan malam hari, lebih-lebih tahajud tengah malam, beliau memperbanyak bacaan Al-Qur'an, tidak sedikit waktu yang tersita jika beliau sedang membaca Al-Qur'an, kadang-kadang beliau mengulang-ulang satu ayat dalam waktu setengah malam sambil tafakkur tentang intisari ayat tersebut. Diantara ayat yang beliau baca berulang kali adalah : "إن الذين آمنوا وعملوا الصالحات سيجعل لهم الرحمن ودا" (مريم: 96) kemudian beliau berkata : "Allah SWT telah membuka untukku rahasia dan hikmah Al-Qur'an hingga aku tidak kuasa mengutarakannya". Beliau sangat melazimi dzikir kepada Allah SWT, beliau berkata : "Kenalilah sosok dirimu sampai kamu kenal Tuhanmu", perkataan ini sesuai dengan hadits nabawi : "من عرف نفسه فقد عرف ربه" Artinya :"Siapa yang mengenal sosok dirinya yang lemah; maka dia akan mengenal kebesaran Tuhannya".

Beliau berkata : "Jika hati seseorang sudah bersih dan suci; maka dia tidak akan berhenti membaca Al-Qur'an". Adapun sosok kedermawanan beliau tergambar dari sisi lain, dengan sangat memuliakan tamu dan selalu menjamunya dengan hidangan yang lezat, sangat mencintai faqir miskin, orang asing dan orang yang sedang kesusahan. Beliau memiliki watak dan etika yang baik dan tidak takut terhadap celaan untuk mengungkapkan kebenaran, menghormati orang lain dan selalu menghadiri undangan.

Sayyid Muhammad bin Ali Al-Khirid berkata dalam syairnya : "فقيه جليل للشريعة قد حوى... إلخ" Artinya : "Beliau menguasai ilmu fiqih dan menghimpun syariat dan thariqat, seorang yang berjalan menuju keridloan Tuhannya dan tempat bagi mereka yang menempuh jalan kehadirat-Nya. Beliaulah lautan hakikat yang diarungi oleh para perenang dan peminumnya, ilmu pengetahuan beliau seperti tingginya gunung, sangat cerdas, cendikia, mendidik orang yang berjalan menuju-Nya dengan akhlaq dan sifat yang mulia, firasatnya mengisyaratkan kebesaran kepribadiannya dengan cahaya Ilahi, sesungguhnya aku mengetahui karomah-karomahnya yang tidak terhitung, yang menunjukkan bahwa beliau mempunyai martabat yang tinggi disisi Allah SWT beliau terlihat mulia diantara masyarakat dengan pengetahuannya. Beliau juga menelusuri dalamnya tafsir Al-Qur'an dari mufassirin dan sejalan dengan jalan agama, katakanlah apa saja tentang beliau, maka itu semua benar, beliau mempunyai jalan yang terpuji, yang tak bisa dipungkiri. Wahai (Allah) Raja semua kerajaan, Tuhan kami : Engkau telah menyelamatkan seseorang yang telah dikejutkan oleh musibah kehancuran; maka jadilah Engkau penolongnya, di saat senang engkau menemuinya; maka temuilah dia ketika sengsara datang padanya, bangunlah dan perbaikilah rumahnya dan rumah-rumah kami untuknya, dengan keridhoanmu wahai Allah Tuhan para salikin, mudah-mudahan Allah SWT melimpahkan kasih sayang-Nya setiap saat kepada baginda Nabi Mustafa SAW selama malam menjadikan sekitarnya gelap gulita, dan mudah-mudahan Allah SWT memberikan kesejahteraan sebanyak bilangan batu dan hujan kepadanya, keluarga, serta sahabat sepanjang jalan yang ditempuh oleh mereka yang menuju kehadirat Ilahi Rabbi".

۞ Wafat

Beliau berpulang ke rahmatullah pada tahun 854 H dan dikuburkan di Zanbal, dengan meninggalkan dua anak : Hasan dan Ali.

Sumber: http://tareemzone.blogspot.com