Habib Abdullah bin Abdurrahman As Segaf

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

AL-HABIB ABDULLAH BIN ABDURRAHMAN AS-SEGAFF ( W : 857 H )

۞ Kelahiran Dan Masa Pertumbuhan

Dilahirkan dan besar di kota Tarim di dalam asuhan orang tuanya sendiri dengan pengarahan dan bimbingan mereka sebagaimana mestinya seorang ayah. Ia menghafal Al-Qur'an dengan dua qiro'at, yaitu Nafi' dan Abi Amar dengan Ayahnya dan Syeikh Al-Faqih Muhammad bin Umar Al-Mu'allim, juga beberapa disiplin ilmu yang lain yang ia pelajari dari ayahnya.

۞ Sosok kepribadian

Dikenal sebagai sosok yang memiliki kemuliaan budi pekerti, bahkan menjadi simbol dari keturunan Hasyim bin Abdul Manaf, pewaris kemuliaan dari kakeknya, dialah pendiri tiang kerajaan dengan pakaian kehormatan yang sempurna dan bermahkota kebesaran. Beliau adalah seorang yang bersih dari hawa nafsu, kenikmatan duniawi dan kebiasaan buruk manusia.

Syeikh Abdullah juga memperdalam dan mempraktekkan ilmu tasawuf dan batin serta ilbAs-ilbas (pakaian) sufisme dengan saudaranya sendiri Syeikh Umar Al-Mihdhar yang ia lazimi. Ia bersungguh-sungguh dalam latihan dengan menjauhkan diri dari manusia dan hawa nafsu. ia bermukim di makam Nabi Hud As dalam waktu yang lama, kemudian Allah SWT memberikannya futuh sehingga banyak dari para wali, sahabatnya dan orang orang saleh yang mengambil faedah dan hikmah darinya.

Dari perkataan beliau nampak doktrin-doktrin (ajaran) sufisme yang melampaui akal pikiran manusia, ia menjelaskan dengan dalil-dalil yang dikutip dari Al-Quran, hadits, serta memberikan argumentasi dengan akal pikirannya, Ia mahir dalam ilmu Al-Qur'an dan sering membacanya serta melazimi wirid wirid nabawiyah. Ia mengambil jalan ihtiyath (yang hati hati) dalam beribadah. Dengan etika dan perangai yang baik serta sangat rendah hati terhadap orang lain, ia sangat menjaga kehormatan, wara', zuhud, merasa cukup dengan apa yang ada, dicintai orang orang, suka menolong, memuliakan orang-orang dan dengan senang hati mengabulkan permintaan orang lain, selalu memberi motivasi pada fakir miskin agar menjadi orang yang mampu sampai berhasil.

Beliau berpulang ke hadhirat ilahi pada tahun 857 H, kemudian dimakamkan di Zanbal.

Sumber: http://tareemzone.blogspot.com