Habib Abdullah Al Aydrus

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search

AL-HABIB ABDULLAH AL-AYDRUS Sulthonulmala’ (Pemimpin Ulama) 811-865 H


۞ Nama Dan Gelar

Al-Aydrus adalah merupakan As-Sayyid As-Syarif, Muhyiddin, Imamul auliya dan orang–orang shalih, Qutbul Aqtab, Al-Washilin, Syeikhul masyayeikh, Ghautsul akbar, Sayyidul jama'ah, dan Sultanul wujud Abdullah bin Abi Bakar As-Sakran bin Abdurrahman As-Segaff.

Beliau biasa dipanggil Abu Muhammad, sedangkan gelarnya adalah Al-Aydrus yang artinya Pembesar Sufiyah, serta Sultanul Mala Al-Aydrus Al-Akbar. Kelahiran Al-Aydrus

Beliau dilahirkan sekitar permulaan bulan Dzulhijjah 811 H. Ketika ia berumur 8 tahun kakek beliau sayyid Abdurrahman As-Segaf meninggal dunia dan ketika berusia 10 tahun ayahnya juga meninggal, kemudian diasuh oleh pamannya yang bernama Syeikh sayyid Umar bin Abdurrahman As-Segaff yang juga merupakan guru dan pendidiknya bersama saudara-saudaranya. Syeikh Al-Aydrus Al-Akbar berkata :"Pamanku telah memberikanku tiga kekuatan yaitu: Pertama, kekuatan dari Nabi Saw. dengan jalan kasyaf, kedua, kekuatan dari Syeikh Abdurrahman As-Segaf, dan ketiga, kekuatan dari salah satu orang ghaib. Setelah berusia 23 tahun pamannya berpulang ke rahmatullah. Dan beliau telah dinikahkan dengan anak pamannya yang bernama Aisyah.

۞ Pendidikan Dan Guru-Guru

Al-Aydrus Al-Akbar belajar Al-Qur'an dengan As-Sayyid Al-Mukasyif Muhammad bin Umar Ba'alawi. Dan belajar ilmu fiqih dengan beberapa ahli fiqih yaitu : Al-Faqih Sa'id bin Ubaidillah bin Abi 'Ubaid, Al-Faqih Abdullah Baharawah, Al-Faqih Abdullah Baghasyir, Al-Faqih Ali bin Muhammad Abi Umar, Al-Faqih Ibrahim bin Muhammad Bahurmuz dan lain-lain. Ia juga membaca berkali-kali kitab Tanbih, Khulasah dan Minhaj sehingga tiga kitab ini menjadi pegangan dan sandaran baginya Dalam ilmu hadits ia belajar dengan beberapa Guru yang berada di Hadhramaut, Yaman (waktu itu Yaman belum bersatu) dan Hijaz. Hal ini telah dikatakan oleh Multaqith Ahmad bin Zein Al-Habsyi Bahwa As-Syeikh Al-Quthub Abdullah bin Abi Bakar Al-Aydrus telah mengambil Hadits dari jama'ah yang berada di Yaman dan Hijaz. Al-Habib Abdullah bin 'Alwi Al-Haddad mengkritisi bahwa riwayat ini tidak akurat; karena kepergian beliau ke Yaman dan Hijaz tidak diketahui dengan jelas.

Ia juga belajar ilmu tasawuf dengan Syeikh Umar Al-Mihdhar (paman beliau) dan dididik olehnya. Ia juga membaca kitab-kitab Al-Imam Ghazali khususnya kitab Ihya 'Ulumuddin hingga hafal. Selain dengan pamannya (Syeikh Umar Al-Mihdar) Al-Aydrus Al-Akbar juga belajar ilmu tasawuf dan hakikat dengan pamannya yang lain yaitu : Ahmad, Syeikh, Muhammad dan Hasan, demikian juga Jamalullail. Dan belajar ilmu bahasa arab dengan Ahmad bin Muhammad bin Abdullah Bafadhal, Muhammad bin Ali Ba'ammar dan lain-lain.

۞ Karakter Dan Mujahadah

Beliau adalah orang yang sangat tawadhu', untuk keridhoan Allah Ta'ala, ia pernah meletakkan tanah di atas kepala karena merendah diri kepada Allah Jalla Wa 'Ala. Terkadang ia membawa belanjaan keperluan dari pasar dan ia masukkan ke dalam pakaian atau terkadang diletakkan di atas kepala serta punggungnya, ia pun tidak ingin dibantu dan selalu menolak tawaran bantuan dari seseorang, ia juga pernah duduk di atas kotoran sampah.

Ia pun sangat berbakti kepada ibunya, ia memberikan air minum kepadanya yang mana air tersebut diambil dari air hujan sehingga beliau sering pergi ke tempat-tempat yang jauh hanya untuk mendapatkan air hujan.

Dalam usia 6 tahun beliau sudah memulai mujahadah nafsiyah (diri). Dan semasa 7 tahun lamanya ia berpuasa dan hanya berbuka dengan 7 biji kurma dan sedikit roti yang diberikan ibunya pada malam hari, hal ini ia lakukan, karena menutupi kekhawatiran ibunya, bahkan pernah dalam 1 tahun hanya memakan 5 Mud saja, selama 3 tahun ia bertahan tidur di atas kotoran sampah, ia juga pernah tidak tidur siang dan malam selama lebih dari 20 tahun.

Pembesar-pembesar wali dan masyayikh pun memuji As-Syeikh Abdullah Al-Aydrus, diantaranya kakek beliau Al-Imam Abdurrahman As-Segaf, ayah beliau, paman-paman beliau dan yang lainnya. Diantara pujian mereka adalah :

  • Perkataan kakek beliau (ketika Al-Aydrus masih berupa janin di dalam perut ibunya) : " Anak yang bersih yang akan menjadi wali quthub bagi penduduk timur dan barat".
  • Perkataan Umar Al-Mihdhar (paman beliau) Bahwasanya dia memiliki atsar (peninggalan) seluruh Bani 'Alawi dan dia membawa hal ihwal (berupa akhlak) para pembesar mereka, sedangkan dia masih berumur 7 tahun".
  • Perkataan Muhammad bin Ali Maula Aidid : "Dalam dirinya ada madad (pertolongan, dan lain lain.) bagi manusia".
  • Sebagian ahli kasyaf telah melihat Rasulullah SAW memujinya : "Ini anakku, ini pewarisku, ini bagian dariku, ini pewaris sunnahku dan lain-lain".

۞ Mutiara Hikmah

Perkataan beliau sangat indah sehingga menjadi hikmah dan petunjuk bagi seorang muslim, untuk memelihara waktu dan umur, keistimewaan shalat tengah malam serta dorongan untuk bersedekah ia berkata :

اعصر جسمك بالمجاهدة حتى تستخرج منه دهن الصفا Peraslah badanmu dengan mujahadah hingga mengeluarkan minyak murni.

لا يقع العبد عبدا حتى لا يخرج كلمة إلا بإذن ربّه ولا يقع العبد عبدا حتى يصفو باطنه عن الخلق كلهم Tidaklah seseorang betul-betul menjadi hamba, sampai lidahnya tidak bertutur kecuali dengan izin-Nya dan tidaklah seseorang menjadi hamba sampai ia membersihkan batinnya dari makhluk.

من أراد الصفا الرباني فعليه بالانكسار في جوف الليل, وآخر الليل كبريت أحمر, غريب لطيف دقيق, لا يكاد يوجد Siapa yang menghendaki kemurnian dari Tuhan, maka berdo'alah dan menangislah ketika tengah malam, karena akhir malam kibrit (sulfat) merah, menakjubkan, lembut, halus, hampir tidak terasa.

من شمر عن ساق الجد واجتهد فلا بد أن يعثر على شيء من هذا السر Siapa yang menyingsing lengan bajunya (sungguh-sungguh), pastilah ia mendapatkan rahasia ilahi.

والكنوز كل الكنوز في دعائم الاجتهاد, وتوزيع الأوقات هو اللب, بل هو المخ, بل هو الجوهر الأبدي, والكبريت الأحمر الذي لايدرك في خزائن الدنيا والآخرة إلا لمن وفقه الله تعالى Seluruh perbendaharaan berada di dalam pondasi ijtihad, pembagian waktu adalah otak, sungsum (inti/rahasia keberhasilan) bahkan permata keabadian dan sulfat merah yang tidak ditemukan di dunia dan akhirat kecuali bagi orang yang mendapat taufik dari Allah SWT.

ومعظم أوقات الكنوز بين الظهر والعصر وبين المغرب والعشاء ونصف الليل الأخير وبعد الصبح. Waktu yang paling bernilai untuk perbendaharaan (di akhirat) adalah antara Zhuhur dan Ashar, antara Maghrib dan Isya, serta separuh malam yang kedua dan sesudah Shubuh.

والخير كل الخير وأصل كل مقام وبركة في ذكر القبور والموت والموتي Seluruh kebaikan dan sumber kemuliaan dan keberkahan adalah dalam mengingat kubur, kematian dan orang-orang mati.

وموضع رضا الله ورضا رسوله مطالعة كتاب (إحياء علوم الدين). وترك الغيبة مملكة . وترك النميمة سلطنة. وحسن الظن ولاية. ومجالسة ذكر الله مكاشفة Tempat keridhoan Allah SWT dan Rasul-Nya adalah menelaah kitab "Ihya Ulumiddin", meninggalkan gibah (mengupat) adalah kerajaan, meninggalkan adu domba adalah kesultanan, sangka yang baik adalah kewalian, duduk berdzikir kepada Allah SWT adalah mukasyafah (mengungkap rahasia).

والخير كله في الصمت واستعمل الفكر ففيه سر ولا تخل صدقة كل ليلة ولو مثقال ذرة Seluruh kebaikan terdapat dalam diam, gunakanlah akal fikiran, karena di dalamnya terdapat rahasia, janganlah hari-harimu kau lewatkan tanpa sedekah sekalipun seberat alar semut. واحرص على تلاوة القرآن في الليل والنهار Sering-seringlah membaca Al-Qur'an diwaktu siang dan malam hari.

وعلامة السعادة والتوفيق والعلم والعمل حسن الخلق والأدب؛ لأنه حياة القلب Tanda keberuntungan, taufik, ilmu dan amal adalah berakhlak mulia dan beradab, karena semua itu akan menghidupkan hati.

وعلامة العقل الصمت, وعلامة الخوف كثرة الحزن, وعلامة الرجا كثرة العبادة, وعلامة الزهد القناعة, وعلامة الكرم بذل الجهد في الخير وفي رضا الله , وعلامة التوبة كثرة الندم Tanda orang yang berakal adalah diam, tanda orang yang takut adalah sering bersedih, tanda pengharapan adalah banyak beribadah, tanda zuhud merasa cukup, tanda pemurah adalah dengan bersungguh-sungguh dalam kebaikan dan keridhoan-Nya, tanda taubat adalah banyak penyesalan.

۞ Berpulang Ke Rahmatullah

Al-Habib Abdullah Al-Aydrus Radhiyallahu'anhu wafat sebelum gelincir matahari pada hari Minggu 12 Ramadhan 865 H, pada saat berusia 54 tahun di tempat yang diberi nama Ba'ul di Sihr yang kemudian dibawa (antara Maghrib dan Isya) oleh rombongan sekitar 14 orang ke kota Tarim. Dan pada waktu itu pula terjadi gerhana bulan. Beliau di makamkan sebelum fajar dan yang menjadi imam shalat jenazah dan talkin adalah saudara beliau Habib Ali bin Abi Bakar, kala itu ia berkata : "Engkau sudah tidak ada; dunia pun sepi karena kehilanganmu, sampai hari ini tidak ada penggantimu".

Beliau meninggalkan 4 anak laki-laki yaitu : Abu Bakar Al-Adani, 'Alwi (yang keduanya dari istri yang bernama 'Aisyah binti Umar Al-Mihdhar), Syeikh (dari istrinya yang bernama Maryam binti Ahmad bin Muhammad Barusyaid) dan Hasan (dari istrinya yang bernama Ummu Hani binti Ali bin Abi Madrak). Dan juga meninggalkan 4 anak perempuan yaitu : Ruqayah, Khadijah, Ummu Kulsum (ketiga anak ini dari istrinya Aisyah) dan Bahiyah ( dari istrinya keturunan Bahajar).

۞ Karamah-Karamah

Syeikh Abdul Qadir Al-Aydrus menyebutkan beberapa karamah Syeikh Al-Habib Abdullah bin Abi Bakar Al-Aydrus di antaranya :

o Menghidupkan dan berbicara dengan orang yang sudah meninggal dunia. o Membelah dan mengeringkan laut. o Berjalan di atas air. o Membalik Mata. o Mengerutnya bumi. o Menyembuhkan orang sakit. o Berbicara dengan binatang dan mereka tunduk dan patuh kepadanya. o Mempercepat waktu dan memperpendeknya. o Memikat atau menawan hati. o Melihat sesuatu yang jauh dari belakang dinding. o Mempunyai kekuatan untuk memakan makanan yang banyak dan lain-lain.

Sumber: http://tareemzone.blogspot.com