Buya Yahya

From Wiki Aswaja NU
Share/Save/Bookmark
Jump to: navigation, search
Buya Yahya
04buya yahya.JPG
Lahir :
Wafat :

Kembali ke Main Page << Nabi dan Penerusnya

Riwayat Hidup dan Keluarga

Kedatangan Yahya Zainul Maarif (yang lebih akrab disapa Buya Yahya ) ke Cirebon pada akhir tahun 2005 awal 2006 dalam rangka mejalankan tugas dari gurunya Rektor Universitas Al-Ahgaff Almurobbi Profesor Doktor Al Habib Abdullah bin Muhammad Baharun untuk memimpin Pesantren Persiapan bagi mahasiswa sebelum kuliah ke Universitas Al-Ahgaff di Yaman. Untuk menjalankan aktivitasnya, Buya Yahya mengontrak tempat di Ponpes Nuurussidiq, Tuparev-Cirebon. Itu berlangsung hingga pertengahan 2006. Dan saat itu Buya Yahya belum mendapatkan izin dari gurunya untuk berdakwah ke masyarakat.


Lahir

Buya Yahya Lahir Di Kota Cirebon.

Wafat

Nasab Keturunan

Pendidikan

Pendidikan Masa Kecil

Sebelum ke Yaman Pendidikan dasar hingga SMP diselesaikan dikota kelahirannya. Disamping itu juga mengambil pendidikan agama di Madrasah Diniyah yang dipimpin oleh seorang guru yang soleh KH Imron Mahbub di Blitar. Setelah itu melanjutkan pendidikannya di PP Darullughah Wadda’wah di Bangil Pasuruan Jatim dibawah asuhan Al Murobbi Al Habib Hasan Bin Ahmad Baharun, yaitu pada tahun 1988 hingga 1993.

Menuntut Ilmu di Yaman

Pada tahun 1996 berangkat ke Universitas Al-Ahgaff atas perintah sang guru Al Habib Hasan Bin Ahmad Baharun hingga akhir 2005. Buya Yahya selama hampir 10 tahun di Yaman belajar Fiqih diantaranya kepada para Mufti Hadramaut Syekh Fadhol Bafadhol, Syekh Muhammad Al Khotib, Syekh Muhammad Baudhon, dan Habib Ali Masyur Bin Hafidz.

Dari Habib Salim Asysyatiri Buya Yahya sempat mengambil beberapa disiplin ilmu diantaranya Fiqih, Aqidah, Ulummul Quran dan Mustholah Alhadits. Biarpun Buya Yahya tidak tinggal dipesantren (Rubath) Habib Salim Asysyathri Buya Yahya mendapatkan kesempatan yang sangat banyak untuk belajar dari beliau. Sebab dipagi hari Habib Salim Asysyathri mengajar di kampus dan sore hari hingga malam Buya Yahya mendapatkan waktu khusus selama hampir 2 tahun untuk belajar dari beliau 4 kali dalam seminggu mulai ashar hingga isya di Rubath Tarim.

Dr Ismail Kadhim Al Aisawi dan Secara khusus Ilmu Ushul Fiqihnya diambil dari beberapa pakarnya diantaranya; Syekh Muhammad Al-Hafid Assyingqithi, Syekh Muhammad Amin Assyingqiti dan Syekh Abdullah Walad Aslam Assyingqiti (semuanya adalah dari SyingqitiMortania yang mereka adalah para ulama dalam Mazhab Maliki) dan DR Mahmud Assulaimani dari Mesir.

Ilmu bahasa Arabnya di ambil dari Syekh Muhammad Alhafid Assyingqiti, dengan kitab terakhir yang di kaji adalah Thurah Uquduljuman dalam Ilmu Balaghoh, Thurroh Lamiyatul Afal dalam Ilmu Shorof dan Thurroh Alfiyah Ibnu Malik dalam ilmu nahwu yaitu Alfiyah Ibnu Malik dengan tambahannya menjadi 2800 nadhom. Ilmu Fiqih perbandinganya diambil diantaranya dari Prof DR. Ahmad Ali Toha Arroyyan dari Mesir seorang Alim dari Madhab Maliki. Buya Yahya sempat mengajar di Yaman selama 3 tahun di Fakultas Tarbiyah dan Dirosah Islamiah (khusus putri) Universitas Al-Ahgaff.

Sanad Keilmuan

Para Guru

Ada dua guru murobbi Buya Yahya yang sangat mempengaruhi didalam perjalanan ilmiyah Buya Yahya. Yang pertama adalah Almurobbi Almursyid Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun pengasuh dan pendiri PP Darullughoh Waddakwah Bangil-Pasuruan-Jawa Timur. Yang kedua adalah Almurobbi Almursyid Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun rektor Universitas Al-Ahgaff Republik Yaman. Buya Yahya mempunyai sanad ilmu dari guru-guru yang sangat jelas. Selain dari murobbi dan mursidnya tersebut guru Buya Yahya amat banyak , diantaranya adalah :

Silsilah Keilmuan dari para Imam

Dari Indonesia

1. Habib Husin bin Soleh Almuhdhor, Bondowoso.

2. Habib Qosim Bin Ahmad Baharun, Bangil.

3. Habib Ahmad bin Husin Assegaf, Bangil.

4. Ust Qoimuddin Abdullah, Bangil.

5. Habib Soleh bin ahmad Alidrus, Malang.

6. Habib Abdullah Maulahailah, Malang.

7. Habib Muhammad Alhaddad, Malang.

8. Ust Nasihin, Bangil.

9. KH Imron Mahbub, Blitar.dll

Dari Luar Negri

1. Habib Idrus bin Umar Alkaf, Tarim,Yaman.

2. Syekh Fadhol Bafadhol, Tarim,Yaman.

3. Syekh Muhammad Al Khotib, Tarim,Yaman.

4. Syekh Muhammad Baudhon, Tarim,Yaman.

5. Habib Ali Masyur bin Hafidz, Tarim,Yaman.

6. DR. Ismail Kadhim Al-Aisawi, Iraq.

7. Habib Salim Asysyathri, Tarim,Yaman.

8. Syeh Muhammad Al-Hafid Assyingqithi, Mortania.

9. Syeh Muhammad Amin Assyingqiti, Mortania.

10. Syeh Abdullah Walad Aslam Assyingqiti, Mortania.

11. DR Mahmud Assulaimani, Mesir.

12. Prof DR. Ahmad Ali Toha Arroyyan, Mesir Dll.


Silsilah Keilmuan dari para Imam

Penerus Beliau

Jasa dan Karya Beliau

Berdakwah Di Masyarakat

Pada akhir 2006 Buya Yahya menghadap kepada gurunya di Yaman dan mulai saat itu ia telah diizinkan untuk berdakwah di masyarakat. Buya Yahya memulai berdakwah dari hal yang kecil, tidak memaksa dan apa adanya. Dengan penuh kesabaran Buya Yahya memasuki musholla-musholla kecil hingga akhirnya di mudahkan oleh Allah untuk membuka majlis- majlis taklim di Masjid terbesar di Cirebon Masjid At-Taqwa alun-alun setiap senin malam selasa yang semula hanya dihadiri 20 orang hingga saat ini jamaah memenuhi ruangan dan halaman masjid. Buya Yahya meyakini kemudahan ini diberikan oleh Allah karena berkat ridho dan restu para guru. Bersamaan itu juga Buya Yahya membuka puluhan majlis taklim bulanan di berbagai tempat di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan. Kabupaten Indramayu dan JABODETABEK.dan sekarang sudah lebih luasa tidak hanya di jawa akan tetapi juga di luar jawa.

Mendirikan Majlis

Majelis yang Buya Yahya asuh diberi nama Majelis Al Bahjah sekaligus nama pesantren yang saat ini dirintisnya. - Tahap perkenalan Buya Yahya dengan masyarakat disamping kesabaranya untuk bersilaturrahmi ke musholla-musholla dan masjid-masjid. Kebetulan Buya Yahya pada pertengahan 2006 selama satu tahun sempat berjuang di stasiun radio Islami Salma 101 FM yang saat itu Buya Yahya mendapatkan kepercayaan sebagai direktur operasional radio tersebut. Dan selama itu pula Buya Yahya mencoba menghadirkan dakwah lewat radio dengan membuat program pesantren udara dengan memadatkan acara radio dengan pengajian-pengajian. - Di media cetak Buya Yahya juga ikut berdakwah. Buya Yahya mengasuh rubrik tanya jawab di koran harian umum di Cirebon. - Di media Televisi Buya Yahya juga pernah aktif di beberapa acara tv nasional Titian sepert TV One, MNCTV, TVRI dan sampai saat ini Buya Yahya aktif di Cirebon TV dalam acara dialog interaktif setiap malam Jumat dalam acara Hidup Indah Bersama Buya Yahya. - Dan alhamdulillah saat inipun Buya Yahya dan tim dakwahnya (atas pertolongan Allah ) telah bisa menghadirkan Website media dakwah online di http://www.buyayahya.org dan radio Islami Resmi milik pesantren yaitu RADIOQU 92.9 FM . Ini semua dilakukan dalam upaya membidik semua celah kehidupan manusia untuk bisa diisi dengan dakwah.Pembuatan stasiun TV masih dalam proses.

Mengajar Di PP DalWa Bangil Pasuruan

Pada tahun 1993 hingga 1996 mengajar di PP Darullughah Wadda’wah Bangil Pasuruan sebagai masa khidmah Buya Yahya ke pesantren tempat Buya Yahya pernah menimba ilmu.Sekarang Buya Yahya aktif berdakwah di masyarakat dan mengasuh Majelis Al Bahjah dan PP Al-Bahjah yang berpusat di Kabupaten Cirebon Jawa Barat.

Kisah Teladan Beliau

BUYA YAHYA CIREBON

Karomah Kewalian

Sumber: http://www.buyayahya.org